Rekaman Debat Dana Aspirasi vs Bambang Soesatyo dan Indra J Piliang


Tulisan saya mengenai Dana Aspirasi mendapatkan perhatian media radio dan televisi. Saya mendapatkan kesempatan diwawancara on air oleh Radio Elshinta 90 FM bersama anggota DPR Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo pada hari Rabu 16 Juni 2010.

Sementara menunggu transkrip selesai dibuat, rekaman wawancara Radio Elshinta dapat diunduh di sini http://bit.ly/chsPXG.

Kemudian malamnya pada hari yang sama, saya diundang oleh Sun TV untuk acara debat Dana Aspirasi bersama politisi Golkar Indra J Piliang yang dimoderatori oleh Fadjroel Rachman.

Video lengkap debat Sun TV di Okezone.com:

  1. Video Prolog Fadjroel Rachman soal kontroversi Dana Aspirasi dan Argumen Pembuka dari Indra J Piliang: Panitia kerja RAPBN 2011 akan mengajukan usulan Dana Aspirasi kepada pemerintah. Usulan ini merupakan program percepatan pembangunan daerah  melalui kebijakan pembangunan kewilayahan yang berdasarkan daerah pemilihan. Indra J Piliang membuka argumennya dengan idenya soal Hattanomics, di mana desa adalah asal demokrasi Indonesia. Bahwa APBN 70% dipegang oleh pusat dan 30% oleh daerah dan dana aspirasi adalah tahap awal politik anggaran untuk membalikkan piramida anggaran.
  2. Video Pengantar Benny Handoko yang Menolak Dana Aspirasi dan Bantahan terhadap Argumen Indra J Piliang: Politik selalu mengandung arti tersurat dan tersirat. Benhan mencoba mengurai what, who, when, why, dan how Dana Aspirasi ini diusulkan. Bahwa Dana Aspirasi ini diajukan pada saat Golkar sedang pada momentum politik yang kuat dengan posisi Ketua Harian Setgab Koalisi dan keberhasilan Golkar di paripurna Pansus Century. Dana Aspirasi tak lain adalah contoh pork barrel yang dilaksanakan di Phillipina. Golkar akan dapatkan 1,6 triliun dari Dana Aspirasi ini yang akan digunakan untuk pertahankan status quo DPR di konstituennya. Soal APBN, 700 triliun rupiah yang dipegang pusat mengandung dana subsidi yang diakumulasikan telah mencapai 200 triliun.
  3. Video Debat Bagian 1: Benhan berpendapat alokasi Dana Aspirasi DPR yang akan bertabrakan dengan fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan APBN. Contoh pelaksanaan pork barrel di Phillipina yang menganggarkan 60 juta peso per Congressman (atau setara 15 miliar rupiah) yang mana eksekutif dan legislatif tidak saling mengawasi sehingga terjadi korupsi pork barrel, you scratch my back, I’ll scratch yours (istilah untuk saling membantu atau kolusi). IJP berpendapat potensi korupsi di DPR tidak benar karena dana dieksekusi oleh eksekutif. Benhan jelaskan bagaimana praktek kongkalikong eksekutif-legislatif dapat terjadi dan contoh kickback dari kontraktor yang membuat mutu proyek menurun.
  4. Video Debat Bagian 2: IJP berpendapat bahwa Dana Aspirasi adalah terobosan politik anggaran paling revolusioner yang pernah diajukan DPR untuk mendorong pemerataan pembangunan dengan resiko yang begitu besar karena mereka akan masuk penjara kalau terbukti korupsi. Benhan berpendapat pemerataan tidak akan terjadi karena prinsipnya dibagi rata 15M per kepala anggota DPR. Perbandingannya alokasi untuk provinsi DKI Jakarta 300 M dengan pulau sebesar Papua yang tidak mencapai setengahnya. Perdebatan berlanjut soal apakah Dana Aspirasi melanggar atau tidak UU dan fungsi DPR dan kemudian berlanjut ke soal teknis penyaluran Dana Aspirasi.
  5. Video Debat Bagian 3: Benhan mengatakan sudah ada jalur dalam APBN untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal sehingga tidak dibutuhkan Dana Aspirasi untuk tujuan yang sama. Ada Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan juga program PNPM Mandiri yang dirintis oleh Menko Kesra saat itu tahun 2007, Aburizal Bakrie. Selain itu pembagian sama rata 15 M per kepala DPR tidak adil untuk konsep pemerataan pembangunan. IJP tetap pada pendapat perlu keterwakilan 560 anggota DPR menjadi angka-angka dalam anggaran dan menilai proporsi jumlah anggota DPR sudah mewakili keadilan tersebut. Pembagian berdasarkan basis Dapil sudah tepat menurut IJP. Debat berlanjut soal dana aspirasi melanggengkan status quo DPR atau tidak dan soal potensi penyalah gunaan anggaran Dana Aspirasi. Mengapa kita buka kran korupsi baru untuk 560 orang ketika KPK sedang lemah?
  6. Video Debat Bagian 4 dan Penutup: Debat berlanjut ke bagian akhir kekuatiran alokasi Dana Aspirasi DPR oleh legislatif ini akan membuka kran baru untuk korupsi. Akan terjadi kolusi baru antara eksekutif dan legislatif yang saling menutup mata dalam hal korupsi. Bahwa DPR seharusnya berperan sebagai pengawas anggaran DPR daripada bermain-main dengan politik anggaran. IJP mengungkapkan selama ini kemampuan anggaran selama ini didominasi area “basah” yaitu Badan Anggaran. Dana Aspirasi bisa membuatnya lebih adil untuk anggota DPR yang lain dalam hal akses ke anggaran. Debat diakhiri dengan apakah DPR sebaiknya berkonsentrasi pada alokasi aspirasi daerah atau kebijakan nasional? Ditutup dengan pernyataan dari kedua belah pihak.

Highlight di Vivanews (tidak lengkap): bagian 1, bagian 2, bagian 3, dan bagian 4.

Terima kasih kepada Achmad Zaini dan Manda dari Radio Elshinta, Apni Jaya Putra, Ruby Rizwardy Matondang dan Fadjroel Rachman dari Sun TV atas kesempatan yang diberikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s