Membedah Tweet @tifsembiring soal AIDS dan Gay


Pada malam Kamis, 29 September 2010 Menkominfo Tifatul Sembiring di akun twitternya @tifsembiring menulis tweet serial pendek (6 tweet) mengenai AIDS dan homoseksual. Mengapa tiba-tiba menulis tentang AIDS dan lebih-lebih soal homoseksual? Saya duga hal ini karena ada hubungannya dengan sedang berlangsungnya Q! Film Festival, festival film yang juga memutar film-film bertema LGBTQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Transexual, Queer). Kementerian Kominfo bahkan sempat mengeluarkan rilis pers (yang kontroversial) terkait acara tersebut.

Membaca tweet seri bernomor 1-6 @tifsembiring, tentang AIDS dan seputar homoseksual tersebut, saya melihat adanya logical fallacy yang membuat saya tertarik untuk membahasnya.

Berikut adalah tweet dari @tifsembiring:

  1. Cegahlah diri anda dan keluarga dari penularan virus HIV/AIDS. Angka2 penderita dan penularannya selalu meningkat tajam setiap tahunnya.
  2. MI 12/11/2009: “Penyebab HIV/AIDS dari Kaum Gay Meningkat Tajam”. Kata dokter: perilaku seks yg menyimpang adalah sbg penular virus tsb.
  3. Kata Al-Qur’an: Allah swt membalikkan bumi kaum nabi Luth, pelaku homoseks, menghujani mrk dngn batu, dari tanah yg terbakar QS 11:81-82.
  4. Penularan virus HIV/AIDS harus dicegah, juga penularan perilaku2 yg potensial membawa virus2 tsb. Sampai kini obat AIDS belum ditemukan.
  5. Kata Prof. Sujudi, mantan menteri kesehatan, agar mudah diingat singkatannya AIDS=Akibat Itunya Dipakai Sembarangan.
  6. Kata seorang Kiyai, jika melihat kemungkaran diam saja, itu sama spt syaithanul akhlash, maksudnya syetan gagu. Maka cegahlah kemungkaran.

Dan berikut pendapat saya terhadap 6 tweet di atas (saya rangkum dari tweet saya pada malam 29/09/10, maaf untuk ketidak nyamanan akibat penyingkatan karakter):

  1. Utk @tifsembiring (1) soal himbauan pencegahan diri dan keluarga dari penularan virus HIV/AIDS » himbauan normal, ok walau datar.
  2. Utk @tifsembiring (2) “Penyebab HIV/AIDS dr Kaum Gay Meningkat Tajam”. Headline bs jd benar, tp kalimat berikutnya tdk tepat… Kalimat @tifsembiring (2): “Kata dokter: perilaku seks yg menyimpang adalah sbg penular virus (AIDS) itu” misleading. Mengapa? Salah satu penyebab virus HIV menular bkn Perilaku seks (hetero/homoseksual) tp Aktivitas Seks yg tdk aman=ga pake kondom. Mungkinkah pak @tifsembiring enggan pakai kata kondom? Mau seks hetero/homoseksual selama tak terjadi luka/sentuh cairan, ya aman. Jadi @tifsembiring (2) hubungkan kalimat “penyebab AIDS dari Gay meningkat” dg “prilaku Gay sbg penular virus” keliatan benar tp ngawur!
  3. Sekali lagi aktivitas seks tdk aman jd salah satu (selain jarum) sebab penularan HIV, bukan orientasi seksual (Gay) @tifsembiring. Soal @tifsembiring (3) yg refer Al-Qur’an (kaum nabi Luth) susah saya komen krn tdk dalami Al Quran, silakan rekan lain yg paham. Namun saya paham @tifsembiring mencoba jelaskan kaum homoseksual dihukum Allah di kisah Al Quran. Apa relevansinya dg jaman skrg, saya tdk paham. Kenapa saya tdk paham relevansinya? Krn di jaman skrg sy tdk pernah melihat bencana alam yg milih2 target orientasi seksual.
  4. Nah @tifsembiring (4) ngawurnya jelas: “…penularan perilaku2 yg potensial membawa virus2 tsb.” Apa itu penularan perilaku2? Pada @tifsembiring (4) mencoba samakan penularan HIV dg penularan perilaku (homoseksual). Padahal ini 2 hal berbeda ditambah yg kedua blm ada buktinya. Pak @tifsembiring tdk sajikan fakta penelitian yg dukung hipotesisnya bahwa perilaku (homoseksual) itu bisa menular. Apa ada?! Kalo tdk ada fakta penelitian yg support argumen @tifsembiring soal perilaku seks bs nular, maka maaf saja itu=omong kosong #bs.
  5. Utk @tifsembiring (5) kutip Prof. Sujudi dg joke soal kepanjangan AIDS, konteksnya tidak dijelaskan. Audiensnya yg asli spt apa? Pada tweet @tifsembiring berikutnya jawab ke org, br jelaskan konteksnya Pak Sujudi joke di depan ibu2, dugaan sy saat penyuluhan. Joke seperti itu boleh2 saja, namun disisipkan antara tweet2 yg sedang “nuduh” kaum homoseksual tanggung jawab soal AIDS, sangat tidak bijak.
  6. Dan @tifsembiring (6) mengutip Kiyai (mungkin mestinya Ustad), jika melihat kemungkaran diam saja… Apa yg dimaksud kemungkaran? Apakah maksud @tifsembiring orang2 yg orientasi seksualnya sejak akil balik adalah homoseksual itu kemungkaran?

Demikian pendapat saya soal tweet @tifsembiring AIDS dan Gay. Silakan rekan-rekan berpendapat di bagian “comment” jika tertarik untuk ikut pembahasan.

update (01-10-10): konten blog ini (edited) juga dimuat di kolom Analisis Vivanews.com, thanks to @karaniya. Dan terima kasih juga rekan-rekan telah menjaga bahasanya dengan baik di blog ini, tanpa perlu ada yang saya sensor karena kata-kata kasar ataupun vulgar. Dua jempol!🙂

160 thoughts on “Membedah Tweet @tifsembiring soal AIDS dan Gay

  1. -Krn di jaman skrg sy tdk pernah melihat bencana alam yg milih2 target orientasi seksual.
    comment : harusnya kita melihat sebuah bencana alam itu tentang kekurangan diri kita….kalo memang kita dapet bencana karena orientasi seksual kita menyimpang wajar kan? relevansinya tetap ada jaman sekarang, meskipun telah maju, Tuhan tetap saja berhak memberi bencana untuk menghukum/menegur kesalahan manusia.
    -Pak tif ga pake kata “kondom” tu karena kurang sopan, dan hal itu justru bisa memancing seks bebas, mungkin yang ingin dikatakan pak tif : “berhubungan seks itu yang normal (wajar-wajar) saja….ga perlu aneh-aneh
    – salah satu penularan AIDS adalah seks oral, sekarang saya minta tunjukkan, hubungan homo yang ga pake oral? jadi masih ada korelasinya kan?
    -candaan Prof.Sujudi hendaknya kita pakai sebagai bahan pembelajaran.
    -kemungkaran adalah hal yang tidak sesuai dengan norma agama….dan karena pak tif muslim, serta homoseks dilarang dalam Islam, jadi wajar kan beliau bersikap seperti itu?

    • To aslich:
      – permasalahan pada argumen Anda dan Pak Tif adalah tidak adanya “fakta historis” bencana alam terjadi di suatu daerah karena penduduk di sana memiliki orientasi seksual yg homoseksual.
      – kata “kondom” kurang sopan? Setahu saya kata “kondom” tidak mengalami peyorasi makna (penurunan tingkat kesantunan makna). Dan tambahan: seks bebas tidak dipancing oleh penggunaan kondom. Ini salah kaprah yang perlu diluruskan. Kondom diciptakan justru untuk seks aman setelah berjamurnya seks bebas.
      – penularan AIDS bisa lewat macam-macam cara: hubungan seksual tidak aman (hetero maupun homoseksual) dan jarum suntik. Hanya menyebutkan salah satunya adalah tidak adil. Selain itu walaupun dua pasang insan sejenis (homoseksual) berhubungan badan tanpa proteksi, selama mereka tidak pernah berganti pasangan, semestinya tidak ada virus HIV yang tertular.

  2. nice info bro, seorang MENKOMINFO yang kalo bikin statement suka asal njeplak, tidak patut untuk menjadi MENKOMINFO, mending lengser aja dah.

  3. Sempit banget,…
    sy bukannya permisif dgn orientasi sex yg tidak normal, namun sy menerima kehadiran mereka.
    tp klo menuduh kaum penganut orientasi sex sbg pihak yg bertanggung jawab atas Aids…salah besarrr…pola pikir yg salah u seorang menteri…
    kolot amatt…
    sy setuju dgn pendapat BENHAN.

      • baca lg Mass;

        – no. 2 MI 12/11/2009: “Penyebab HIV/AIDS dari Kaum Gay Meningkat Tajam”. Kata dokter: perilaku seks yg menyimpang adalah sbg penular virus tsb

        – 4. Penularan virus HIV/AIDS harus dicegah, juga penularan perilaku2 yg potensial membawa virus2 tsb. Sampai kini obat AIDS belum ditemukan..

        Perilaku seks hetero yg tidak aman jg punya kontribusi yg besarr u penyebaran virus itu…:D

      • Kita semua memang harus hati-hati. Laki-laki. Perempuan. Straight. Gay. Islam. Bukan Islam. Karena HIV/AIDS gak memandang agama, kelamin atau orientasi sex.

        Tapi membaca “seri” twit pak Tiff. Memang dia memojokkan satu pihak.

      • To : ASLICH gak ngomongin pesen lo, cuma discuss tweetnya Pak Tif, bukan elooooo…..once again BUKAN LOE
        keramaian disini membuktikan bahwa asumsi pak tif menyudutkan satu kaum sgt nampak…di tweet2 beliau…:D

        thank u

    • Mungkin pak tiff sendiri yang mencari-cari bahan buat nge-twit. Sudah jelas-jelas dia sengaja memperkeruh keadaan ketika FPI menyerang Q! Film Festival. Padahal Festival ini penuh dengan muatan HIV/AIDS awareness. Kumpulan orang-orang “berbeda” yang memberikan tempat yang edukatif. Kalau memang Gay salah dalam ke “normalan” dan “kenormaan” Anda dalam penyebaran HIV/AIDS, apa yang Anda lakukan? apa yang pak Tiff lakukan? hanya cuci tangan dan malah memojokkan?

      Kalau cuma menyalahkan dan memojokkan, percuma.

      • Permasalahan awal memang ada pada tweet Pak Tifatul Sembiring yang memojokkan pihak tertentu. Seakan kaum homoseksual adalah penyebab AIDS dan merupakan kemungkaran. Tanpa ada solusi yang ditawarkan untuk AIDS ataupun untuk bagaimana kita sebaiknya menghadapi realita adanya teman-teman homoseksual yang hidup di antara kita.

    • maaf mas/mbak, sebagai menkominfo seharusnya dia bisa menempatkan diri di posisi netral. Hal yg disebutkan tadi tidak normatif.

  4. Terima kasih untuk rangkuman nya. Saya cuma mau comment dengan minjem tweet nya bapak @newsplatter yg saya baca hari ini. Karena saya rasa isinya tepat sekali

    “I respect freedom of speech. But a MINISTER who validates hatred & judgment against a group has crossed the line.”

    Terjemahannya untuk yg gak suka baca Inggris:

    “Saya menghargai kebebasan berpendapat. Tapi jika seorang MENTRI mendukung kebencian & menghakimi kaum tertentu, ini melewati batas”

    Harap ini membuka mata dan pikiran masyarakat luas. Jangan membenci siapapun kecuali kita yakin bahwa kita sendiri sempurna 100%.

    • Ya jangan membenci siapapun, apabila ada pernyataan yang kurang pas mari kita diskusikan. Blog ini tidak mengajak kita untuk membenci Pak Tifatul Sembiring juga.

  5. 1. Saya rasa tidak ada hubungannya antara soal orientasi seksual dengan moralitas. Orientasi seksual bisa merupakan bawaan genetik dan saya rasa sudah merupakan pilihan bagi setiap orang. (Di negara maju, seperti bbrp negara bagian di amrik juga sudah melegalkan perkawinan sesama jenis) Kaum homoseksual juga tidak merugikan orang lain, seperti halnya orang yg tidak punya moral.
    2. Singkatan AIDS yang dikutip dari si dokter itu mungkin merupakan jokes, dan memang benar jika orang menggunakan “itu” nya dengan tidak benar bisa terkena AIDS. tapi tidak benar itu kan bisa saja krn tidak pakai pengaman, berganti2 pasangan dsb, dalam twit singkatnya, pak tif itu seperti menuduh yg tidak2 pd kaum homoseksual. Padahal, kaum homoseksual tidak memakai “itu”nya dgn tidak bnr krn ada homosex yg tidak berganti2 pasangan&memakai pengaman
    Selain itu, pak tif juga membuat naama si dokter ikutan buruk, ksannya si dokter juga ikut menghakimi org2 homosex.

    Pak tif juga mengatakan penularan virus krn perilaky homosexual, ngawur sekali. Aids itu penularannya kan bermacam2, dan perilaku sex menyimpang bukan merupakan penyebab, penyebabnya krn penderita melakukan sex tanpa pengaman, berganti2 pasangan, dsb
    3. Menyertakan ayat2 quran.. Dangkal sekali, krn ayat2 tersebut bisa saja multitafsir tergantung interpretasi orang2, sepertinya pak tif menginterpretasikannya dgn sangat harafiah.
    4. Jika memang benar pak tif nge-tweet hanya untuk iseng2/isi waktu luang, sangat tidak pantas untuk membuat lelucon dari penyakit2 seperti AIDS. Bayangkan perasaan penderita AIDS yg membacanya. Apalagi penderita yang tertular bukan krn perilaku sex. Ada seorang teman dari tmn saya yg seorang dokter tertular krn tidak sengaja tertusuk jarum bekas tes darah penderita aids.

    Mindset masyarakat bahwa penyakit AIDS merupakan penyakit “kotor” harus segera dihilangkan, krn kemungkinan ODHA untuk tetap bertahan hidup juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan (stress krn dikucilkan, dll) melalui tweet ini pak tif bs menimbulkan kembali mindset masyarakat mengenai HIV/AIDS

  6. untuk komentator pertama di atas, baru pernah denger sy kalo kata kondom itu ga sopan. itu kan nama barang. bahasa yg bener. kalo setelah dger itu org jd terpicu seks bebas, wah pikiran kotor masing2 yg perlu di jaga alias perlu pengendalian diri🙂

    • itulah gunanya pak tif ga pake kata kondom….daripada jaga pikiran kotor masing2….lebih baik supaya ga memancing untuk berpikir ke arah sana…kondom emang kurang sopan…..dulu ketika belum ada penyakit AIDS kita ga perlu pake barang yang namanya kondom….justru setelah ada penyimpangan itulah AIDS mulai ada…..jadi daripada mempermasalahkan kondom yang secara kodrati itu menghambat keturunan…lebih baik dicegah AIDS dengan normal-normal saja…..

      • Justru, stigma karena AIDS didapat dari seks bebas membuat banyak orang yang tertular menjadi malu.. lebih baik mati tanpa diobati daripada ngaku kalau dapat Aids.
        Aslich, sudah pernah denger istilah “Keluarga Berencana”? Mungkin menurut anda dan menteri-mu istilah itu juga jorok dan lebih baik ditutup-tutupi.

        Geez…..

      • Masalahnya “sekarang” bukan “dulu”. “Sekarang” kita bisa lihat bagaimana beragamnya manusia. Apakah kita menutup mata dengan kondisi ini? Dan tidak mengucap “kondom” karena masalah kesopanan dan prejudice itu tidak efektif. Dan seorang pak Tiff yang menjabat sebagai mentri harusnya tahu bertindak dalam menghadapi keadaan “sekarang”, bukan keadaan “dulu”…

      • Weittss, suami saya pakai kondom demi merencanakan keluarga dan kehidupan. Aslich cinta, perlu anda pikirkan ada sekian banyak pasangan suami istri (legal dan sah dimata Agama apapun), yang menggunakan kondom sebagai alat kontrol kehamilan.
        Dan jangan lupa, kondom itu sudah ada sejak ABAD 19! Jauh sebelum symptom AIDS ditemukan! Anda tak ada bedanya dengan Menteri tercinta satu itu, telah melukai pasangan suami istri seperti saya, dengan menyamaratakan fungsi kondom berdasarkan persepsi anda semata.

      • Waduh, maaf ya Aslich. Kondom sudah ada dari jaman baheula & SUDAH DIGUNAKAN jauh sebelum virus HIV diberi nama HIV (kemudian penyakitnya diberi nama AIDS). AIDS juga bukan tercipta dari homoseksual, tapi virusnya diperkirakan ditemukan di darah kera di Afrika sana.
        Jadi komen anda “dulu ketika belum ada penyakit AIDS kita ga perlu pake barang yang namanya kondom” itu tidak betul. Ada banyak guna kondom selain menghindari terjangkitnya virus HIV. Selain untuk mencegah penularan beberapa penyakit kelamin, kondom juga dipakai oleh pasangan HETEROSEKSUAL dan MONOGAMI dalam sebuah PERKAWINAN sebagai bagian dr program KB. Kenapa KB penting? Karena banyak anak tidak lagi berarti banyak rejeki. Punya anak jaman sekarang mahal (gizi & pendidikannya), & belum tentu orang tua bisa memberi perhatian yg cukup kepada tiap anaknya kalau banyak. Sangat tidak bijak buat pasangan yg tidak mampu untuk tidak KB (atau menghambat turunan kalau versi anda), karena mereka akan semakin terpuruk dalam jenjang kemiskinan, sementara dalam agama saya (Islam) disebutkan kemiskinan itu mengundang hal-hal yg tidak baik.

        Maksud anda AIDS dicegah dgn normal-normal saja juga apa? Seperti yg sudah dibahas oleh yg lain, AIDS tidak hanya ditularkan lewat seks. Ada yg kena karena transfusi darah, jarum, atau diturunkan oleh ibunya. Bayangkan di puskesmas, kalau mereka tidak mampu beli jarum suntik baru/disposable (& ini banyak kasus) lalu harus menggunakan jarum bekas ke semua pasiennya. Sekalinya ada yg pengidap AIDS, bisa berapa orang yg apes. Begitu juga kalau anda kecelakaan lalu harus transfusi darah, kalau sampai ada darah yg tercemar HIV & ikutan kena bagaimana? Trus nanti anda dituduh homo?

        Salah kaprah seperti ini yg bikin penyebaran AIDS tambah tinggi di Indonesia & negara berkembang lainnya. Juga salah kaprah soal kondom itu tadi. Makanya saya gak suka Pak Tif memperparah kebodohan ini dengan membuat pernyataan-pernyataan yg tidak ada back up tepat.

      • Dicegah dengan normal? Seperti apa? apakah seperti :
        1. Tidak berhubungan seksual dengan siapapun, mengingat HIV/AIDS tidak hanya menyerang Homoseksual tetapi juga Heteroseksual
        2. Menolak injeksi jarum suntik dimana pun, mengingat HIV/AIDS bisa menular melalui jatum suntik
        3. Menolak transfusi darah walaupun sedang kekurangan darah dan kritis, mengingat HIV/AIDS bisa menular melalui transfusi darah
        4. Hidup sendirian/berkelompok di pulau terpencil dengan orang2 yang anda yakini bebas HIV/AIDS, mengingat dalam beberapa kasus kontak air liur bisa menularkan HIV/AIDS juga
        Apakah yang saya sebutkan di atas tersebut yang anda katakan dengan pencegahan yang normal2 saja? jika memang iya, silakan anda lakukan. saya rasa dunia akan menjadi lebih baik jika kehilangan orang2 berpikiran sempit seperti anda ketimbang kehilangan para ODHA yang berjuang dan terus berjuang hidup.

        Saya rasa Aslich ga akan bisa menerima komentar2 yang bertentangan dengan komentarnya. saya hanya berharap anda dan atau keluarga anda yang tercinta tidak tertular HIV/AIDS sehingga tidak perlu merasakan apa yang saudara/i ODHA rasakan.
        jika itu sampai terjadi, saya rasa anda menyesal 7 turunan pun sudah terlambat. coba berpikir dari perspektif lain (penderita ODHA), apa yang mereka rasakan jika membaca/mendengar generalisasi seperti ini?! dengan generalisasi seperti ini, anda berkemungkinan untuk menghilangkan satu atau lebih nyawa….

    • nah, bagaimana Mr.Aslich? masih mau berpikiran jorok spt mentri anda? nanti semua barang2 di dunia anda sensor dong pengucapan nya karena anda pikir nya jorok mulu.. pikiran yg ga bs dikendalikan, malah kosakata yg harus dibatasi ha3..

  7. Saya rasa intinya itu CARA penyampaian. Sebagai seorang pemimpin, seharusnya kalau tujuan nya benar2 mulia ( mengedukasi masyarakat tentang bahasa AIDS), kata2 nya harus lebih netral. Bukan diarahkan ke satu pihak saja, dan bertepatan dengan insiden Qfilm. Ini sudah jelas2 tujuannya MENYERANG satu kaum, bukan MENGEDUKASI masyarakat.

  8. Oiya to sum it up, menurut saya pak tif itu super duper ngawur, udah tau banyak pengikutnya, ngomongaannya ngelantur.
    Apalagi melalui twitter yang hanya 140 karakter tanpa pnjelasan lebih, masyarakat kan bsa mikir yang macem2

  9. Selain itu, list ini tidak terfokus: Tiffy Tersayang tidak bisa membedakan antara fakta [ilmiah] dan opini [pribadi].

    Tiffy juga mencampuradukkan isu 100% gay (poin #3) di dalam list mengenai penyakit menular (nggak nyambung).

    Gw juga heran ngeliat dia mencampuradukkan peryataan religius (poin #3 dan poin #6) berdasarkan satu agama saja, padahal nggak semua penduduk Indonesia menganut agama yang sama dengan Tiffy, PADAHAL Tiffy itu menteri yang tugasnya serving EVERYONE, dia menteri bukan pemuka agama). Menurut gw nggak adil aja buat pemeluk agama-agama lain di Indonesia. Lagian ini juga list tentang penyakit menular, tetap nggak nyambung.

    And last but not least, dokter yang qualified tidak akan menyebut homoseksualitas sebagai “perilaku seks yg menyimpang” karena udah lama homoseksualitas dianggap bukan penyakit atau kelainan mental di kalangan dokter. dokter yang pinter akan menyebutnya “orientasi seksual” dan nggak ada hubungannya orientasi seksual dengan penyakit menular.

    Intinya, Tiffy nggak tahu cara berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Baiklah…

  10. Hanya mau komen soal kondom, setahu saya kondom dibuat sebagai alat pencegah kehamilan, bukan pencegahan penyakit. Lubang-lubang partikel pada kondom hanya bisa menghalangi sperma utk keluar,tp virus dkk yg ukurannya jauh lebih kecil masih bisa lolos. As far as I know ya.
    All in all, saya setuju dgn pendapat benhan di atas.

    Untuk aslich, pertanyaan saya adalah: kenapa kondom dianggap tidak sopan? Berarti pil kb, iud, spiral dkk juga dianggap tidak sopan krn sama2 alat pencegah kehamilan?
    Mengenai apakah ada kaum homo yang tidak pernah oral sex saya tidak bs menjawab,krn saya hetero dan saya tidak pernah riset untuk pelaksanaan oral sex pada kaum homo. Tp pertanyaannya lagi : apakah kaum heterosexual juga tidak pernah melakukan oral sex??

    • Exactly my point… Aslich ini penganut paham tidak boleh membatasi keturunan mungkin, dulu ada sekelompok muslim yang against birth control…

      Negara ini memang benar-benar butuh sex education.. biar pikirannya ngga ngeres dan kotor semua.

  11. Mas Benhan, terlepas mengenai pendapat mas tentang isu hiv/aids dan homo yang disampaikan pak tif. Saya hanya ingin saling mengingatkan saja bahwasanya berpendapat itu bebas, sebebas kemana arah pikiran kita. Adapun batasan yang dipakai adalah menghormati orang2 yang memiliki pandangan berbeda dengan kita, setidaknya dengan tidak menyakitinya. Di point no. 3, lagi2 menurut pendapat saya, sebaiknya mas benhan tidak perlu berkomentar jika memang tidak tahu. Bukan karena saya ingin membatasi kebebasan seseorang, melainkan karena itu adalah kitab suci. Wahyu Allah yang tidak membutuhkan hipotesa ataupun tambahan opini dari manusia yang sarat kekurangan seperti kita-kita. Diluaran sana umat islam mempercayai, mengimani apa yang terkandung didalamnya. Termasuk sifat ajaran islam yang terkandung dalam quran, yang diyakini sebagai hal yang universal, alias akan selau relevan di sepanjang masa, disetiap zaman. Umat islam berhak tidak diganggu ke-imanan-nya denga pendapat mas benhan di point ke 3. Jika mas benhan bertindak seperti itu, apa bedanya mas benhan dengan pak tif????? Terima kasih, semoga bisa digunakan untuk kita belajar bersama.

    • Mas Hendra yang baik,
      Terima kasih karena telah mengingatkan saya, oleh karena itu saya tidak mau mengomentari soal ayat Al Qur’an yang ditweet oleh Pak Tifatul.
      Menurut saya ayat-ayat kitab suci agama boleh saja dijadikan referensi personal. Dan ayat-ayat dalam kitab suci pun multi-tafsir. Konteks kejadiannya, kepada siapa itu diperuntukkan, dicatat oleh siapa, dan lain-lain. Menggunakan ayat-ayat kitab suci yang kita yakini untuk menghakimi kejadian saat ini sering kita lakukan. Saya tidak mengatakan ayat-ayat tersebut salah karena saya pun tidak tahu kebenaran absolut.
      Namun menggunakan keyakinan pribadi untuk menghakimi sebuah kelompok di muka publik itu yang saya komentari. Karena itu sudah merupakan pendapat Pak Tif, saya komentari pendapat tersebut tidak relevan dengan kenyataannya. Itu saja. Silakan Mas Hendra periksa kembali opini saya. Bukan maksud saya untuk masuk ke wilayah perdebatan ayat-ayat dalam agama. Terima kasih.

  12. @aslich : kondom marak dipakai bukan setelah ada AIDS, dari dulu kondom dipakai sebagai alat kontrasepsi, contohnya bagi pasangan yang ingin menunda punya anak. Lagipula, kondom itu merupakan kata baku, seharusnya sih masi sopan

  13. @aslich:
    -harusnya kita melihat sebuah bencana alam itu tentang kekurangan diri kita….kalo memang kita dapet bencana karena orientasi seksual kita menyimpang wajar kan? relevansinya tetap ada jaman sekarang, meskipun telah maju, Tuhan tetap saja berhak memberi bencana untuk menghukum/menegur kesalahan manusia.
    saya setuju soal “tuhan berhak memberi bencana”, tapi tidak setuju dengan kata2 “orientasi seksual menyimpang”. apa itu “menyimpang”? dari bayi mereka sudah ditakdirkan untuk tidak menyukai lawan jenis, apakah itu menyimpang? lagipula “menyimpang” itu sesuatu yang bersifat subjektif pada masing2 orang, dan kita tidak berhak menghakimi “perilaku menyimpang” tersebut apabila perilaku itu tidak merugikan orang lain, karena apa yang anda sebut “menyimpang” belum tentu “menyimpang” bagi orang lain.

    -mungkin yang ingin dikatakan pak tif : “berhubungan seks itu yang normal (wajar-wajar) saja….ga perlu aneh-aneh
    sekarang saya mau tanya, “normal” itu apa? apakah “mayoritas” itu berarti normal? contoh, mayoritas penduduk Jakarta buang sampah sembarangan = normal? buang sampah pada tempatnya = aneh? mayoritas tidak selalu baik/benar. sekali lagi, ini tidak objektif.

    – salah satu penularan AIDS adalah seks oral, sekarang saya minta tunjukkan, hubungan homo yang ga pake oral? jadi masih ada korelasinya kan?
    lho, memang hanya kaum LGBT yang bisa seks oral? bukankah yang hetero juga bisa oral? ini TIDAK BISA dijadikan argumen untuk menyerang LGBT, karena pasangan hetero juga melakukan ini. seperti kata penulis artikel ini, yang menyebarkan AIDS bukan dilihat dari apakah dia homo atau hetero, melainkan apakah mereka melakukan hubungan dengan aman atau tidak.

    -kemungkaran adalah hal yang tidak sesuai dengan norma agama….dan karena pak tif muslim, serta homoseks dilarang dalam Islam, jadi wajar kan beliau bersikap seperti itu?
    mohon harus diingat bahwa INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM. tidak baik apabila seorang menteri bertindak/mempublikasikan sesuatu atas dasar agamanya sendiri tanpa melihat kaum yang lain.
    lagipula, kaum LGBT tidak merugikan orang lain, toh? intinya: mereka dua orang yang saling menyayangi, itu saja.

  14. mungkin yg harus anda pahami bahwa, tifsembiring dan anda berbeda agama. tentu pandangan mengenai perilaku seks menyimpang ini berbeda.. jangan terlalu keras mengenai hal ini, karena nanti timbul SARA..

    • saya islam tp pendapat saya beda ama pak tif krn apa yg dibahas pak tif itu gak ada hubungannya sama agama tp sama fakta (kita lagi ngomongin penyebaran AIDS kan ya?). piye iki?

    • menurut saya sepertinya pak tif yang terlalu keras.

      sebagai menkominfo seharusnya beliau bisa menempatkan diri sebagai seseorang yg netral , tidak berdasarkan agama. dan sebagai menkominfo seharusnya beliau juga bisa menyadari bahwa dia bukanlah menteri kesehatan ataupun menteri agama. bahkan menteri agama pun saya rasa tidak pada tempatnya bila dia berbicara berdasarkan agama terentu. jangan lupa bahwa Indonesia bukan berdasarkan agama tertentu. Indonesia adalah Bhineka Tunggal ika.

      regards

  15. 1. Setuju kita semua meski cegah, jangankan AIDS, flu juga perlu dicegah kok
    2. Kalimat Pak @tifsembiring “Penyebab HIV/AIDS dari Kaum Gay Meningkat Tajam” itu adalah bentuk stigmatisasi ODHA. Ini justru mempersullit kampanye luas pencegahan AIDS karena pejabat pada tingkat menteri (kominfo lagi) masih dikungkung stigma
    3. Skrg ga ada lagi Nabi Luth, ga yakin ada orang jaman kini do’akan bumi ini dibalik. Do’a siapa di jaman ini yang diterima YMK kalau semua bergelimang salah
    4. Setuju Anda
    5. Sungguh berbahaya seorang menteri guyon dengan mempermainkan hal serius yang dia sendiri ingin hindari.
    6. Itu bukan kata kyai, itu hadis, jadi Pak @tifsembiring lupa ‘kali kalau itu hadis nabi.

    Hmm, sekarang bukan hanya mulut yang didengar orang, jari-jari pun kini berperan. Hati2 Pak!

  16. heran juga ya, dari dulu banyak yang sentimen sama Tifatul. Yg sepele2 dibahas kayak dunia mau runtuh aja. Apa gak ada soal yg lebih penting dari membahas tweets orang sih. Lama2 saya yg sangat suka dengan liberal jadi mikir ini orang2 yang ngakunya liberal kok ya alergi dengan orang yg tidak sependapat, sehingga kesalahannya dicari2 melulu.

    • Gak akan ada yang sentimen sih kalo kerja sebagai menteri komunikasi dan informasi dengan baik dan benar.

      Dan kesalahan ini gak dicari-cari kok. Datang dengan sendirinya. hehehe..

    • Bro,

      Justru itu. Mentri yang satu ini sangat rendah intelektualitasnya, sehingga dia lebih sering melakukan hal-hal yang sempit dan tidak relevan dengan tugas MENKOMINFO. Bahkan saya sering bertanya apakah si Mentri ini mengerti ICT? Untuk negara kita yang ekonominya masih terpuruk ini, ICT, khususnya dengan pertumbuhan akses terhadap internet, ICT punya peran yang sangat strategis memajukan.

      Sayangnya itu nggak pernah keluar dari si Mentri ini, malah hal-hal yang gak relevan dan hanya menunjukkan bahwa dia “narrow minded” dan “dogmatis”.
      Coba bandingin sama Menkominfo Singapore, Malaysia, dan negara tetangga. Setiap speech yang keluar dari mereka itu adalah sebuah petunjuk yang memberikan impact terhadap perekonomian.

      Benar2 Wrong Man in the Wrong Place! Jika si Mentri ini hadir di forum2 ICT Internasional yang saya hadiri, pasti saya malu dan menelan ludah untuk mengakui bahwa Menkominfo negara saya seperti ini. Low!!

    • Justru karena posisi Tifatul sebagai Menteri dan memiliki follower yang banyak di twitter (80k) makanya kita bahas ini Mas Arga. Karena tweetnya bila “misleading” akan berdampak ke banyak orang.

  17. Saya mau info saja, kebetulan saya pernah dengar singkatan AIDS ala Prof Sujudi di kutip oleh dr. Bambang (?) dari IHPCP waktu sosialisasi penggunaan kondom dan pencegahan perilaku seks beresiko di kalangan penasun (pengguna narkoba suntik), saya lupa dimana dan kapan. Jadi konteks yg dipakai oleh Prof. Sujudi adalah perilaku seks tidak aman.

    Pak TS juga seharusnya membaca literatur yg dikeluarkan oleh Komisi AIDS nasional dan BNN bahwa tingkat penularan terbesar dari AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik yg terkontaminasi dan seks tanpa pelindung, tdk ada konotasi ttg perilaku homoseksual sama sekali.

    Saya pribadi pernah bertemu dengan perempuan (berjilbab pula) di Makassar yg terkena AIDS dr suaminya yg mantan penasun, sebelum kemudian tobat masuk ke pesantren. Apakah Pak TS tahu bahwa mayoritas pengidap HIV di Indonesia adalah wanita, kebanyakan adalah istri yg suaminya nakal diluar atau mantan pengguna?

    Tidak hanya Pak TS seorg menteri, ttp juga seorg yg berpendidikan dan punya pengikut yg cukup banyak, sehingga mengeluarkan pernyataan seperti diatas tanpa didukung oleh riset, data dan pengetahuan yg lebih mendalam adalah tindakan yang AMAT SANGAT BODOH, TIDAK SENSITIF dan TIDAK PANTAS.

    Bagaimana kalau hal ini terjadi pd keluarga anda? Apakah mereka akan anda buang karena terkena hukuman Tuhan? Bagaimana kalau ini terjadi pada anda sendiri?

    Tolong renungkan sebelum membuka mulut anda.

  18. kalau ajaran agama terus2 an dipakai sebagai alat untuk melawan orang2 yg ‘berbeda’ dari yg diajarkan si agama itu .. kapan kita bisa damai nya dong ? adanya rusuh terus dooong ???

  19. Itulah kalo yg menafsirkan bukan orang medis.Apalagi memang dilandasi kebencian.Tak bisa membedakan penyebab dgn faktor resiko.Apalagi yg bilang perlaku homo/lesbian adalah bawaan lahir jelas ngaco sekali.Sebagai dokter,saya sering mendengar certa dari ODHA.Sekali lagi saya menilai pernyataan Pak Tif msh normatif

    • justru itu. JUSTRU karena Tiffy adalah Menteri Komunikasi dan Informasi, harusnya dia bisa memberi informasi yang dapat dicerna oleh semua kalangan. bukan hanya kalangan medis. lagipula yang paling butuh pengetahuan seperti ini siapa? orang awam, bukan?

      bukannya seharusnya Anda sebagai dokter mengharapkan hal yang sama dari orang yang masuk kategori public figure seperti Tiffy.

      sebagai dokter, Anda bisa tidak memberikan kami link informasi yang menyatakan bahwa ” yg bilang perlaku homo/lesbian adalah bawaan lahir jelas ngaco sekali”? dari jurnal medis atau jurnal psikiatri misalnya? lalu apa hubungannya dengan cerita mengenai ODHA yang sering Anda dengar?

      maaf kalau saya terdengar kasar, saya hanya ingin berdiskusi. Terima kasih.

    • -Apalagi yg bilang perlaku homo/lesbian adalah bawaan lahir jelas ngaco sekali.
      Anda punya argumen untuk ini? Saya bisa memberi artikel-artikel ilmiah, dilihat dari sisi fisiologi manusia terutama, yang telah memperlihatkan bahwa memang orientasi seksual adalah sesuatu yang telah diterima manusia sejak ia lahir.

      • Kalo kamu punya jurnal internasional yang mengelaborasi tentang orientasi seksual merupakan bawaan lahir, boleh tolong kirim ke e-mail saya?
        Thanks🙂

    • Benar. Itu lah yang terjadi ketika nge-twit sesuatu yang dia tidak tahu. tidak paham medis. dan dilandasi kebencian. tidak bisa membedakan penyebab dg faktor resiko. apalagi sudah memojokkan satu komunitas. Sebagai seorang gay, saya merasa tidak TERBANTU dengan pernyataan pak Tiff yang kapasitasnya seorang menteri. Mungkin ini normatif di pak Tiff dan Anda. Tapi tidak normatif di kehidupan saya. Bagaimanakah kita menjembatani keperluan “normatif” semua pihak. Negara kita besar. Rakyat kita beragam.

      Sayangnya pak Tiff sepertinya tidak siap menjadi seorang menteri.

  20. BTW, kepada benhan (penulis artikel), pada LGBTQ, Q = Questioning (yang masih mempertanyakan orientasi seksualnya), bukan Queer🙂

    saya setuju sekali sama artikel ini, bener2 contoh kritikan yang baik🙂 semoga pak tif membaca artikel ini dan lebih berhati2 membedakan opini dan fakta, serta mencari sumber sebelum mempublikasikan sesuatu nanti ke depannya.

  21. Yg merasa liberal angkat tangan..pernyataan2 tolol anda semua sgt bagus, teruslah mencaci maki kebenaran dan membela penyimpangan..and we will now by the death..who spoke the truth

    • Siapakah yang berhak atas kebenaran mutlak? Tuhan. Kalau Anda mempercayaiNya. Dan Anda bukan Tuhan.

      Penyimpangan menurut Anda hanya karena Anda tidak sanggup menerima perbedaan.

      Saya mungkin penyimpang di mata Anda. Hanya karena saya memilih untuk menjadi diri saya sendiri. Yang berbeda dengan Anda. Dan saya akan bertanggungjawab atas pilihan saya. Tapi tidak kepada Anda. Karena Anda hanya manusia biasa. Biar Tuhan yang menentukan salah-benar nya jalan yang saya pilih. Biar Tuhan yang menendang saya ke Neraka atau menempatkan saya di Surga. Karena Dia Tuhan. Bukan Anda.

    • Wah diskusi ini tidak untuk membagi masyarakat menjadi kelompok liberal dan konservatif lho… Mari kembali ke laptop… eh kembali ke topik, Mas/Mba antid***r.🙂

      • Buat @antidubur
        diskusi yang ramai ini tidak perlu pernyataan kasar Anda🙂
        kalau Anda memilih mengata2i orang lain tolol, lebih baik tidak di forum diskusi…

        Buat teman2 yang lain, tak perlu terprovikasi apalagi meniru cara2 nya @antidubur ya🙂
        ga bermanfaat… buat saya lebih banyak manfaatnya menganggap nya sebagai angin lalu saja
        🙂

        cheers

  22. Hohohohohoho..rame, rame.. Mungkin emang bener kali ya, karena yang ngomong itu pak mentri, langsung deh jadi heboh..kayanya oke klo jadi trending topic, tambah terkenal lah Indonesia..:D

    Karena saya berkecimpung di dunia yang menganut paham equality, agak menyayangkan si emang dengan komen-komen bliau (apalagi klo tyt bener twit itu muncul krn dipicu oleh festival Q film..asumsi ini asumsi saya, cuy :D)..

    Mungkin bliau masih blum kebiasa dengan peran sebagai mentri yang harus berusaha sedemikian rupa untuk mengeluarkan pernyataan yang minim memunculkan huru hara hara hara..:D

  23. @aslich :
    1. “harusnya kita melihat sebuah bencana alam itu tentang kekurangan diri kita….kalo memang kita dapet bencana karena orientasi seksual kita menyimpang wajar kan? relevansinya tetap ada jaman sekarang, meskipun telah maju, Tuhan tetap saja berhak memberi bencana untuk menghukum/menegur kesalahan manusia.”
    –> Saya tidak bermaksud rasis tapi jika dikatakan Tuhan menghukum/menegur umatNya (apapun agamanya) melalui bencana alam, apakah salah jika saya mengeneralisir bahwa Tsunami di NAD/Aceh merupakan upaya Tuhan untuk menghukum/memperingatkan masyarakat Aceh? Apakah itu berarti masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam begitu berdosakah sehingga perlu Tuhan hukum? apakah ini berarti masyarakat NAD juga banyak yang berorientasi homoseksual, mengingat Tsunami tersebut juga menghantam Thailand (negara yang dikenal sangat toleran dengan kaum LGBT) di saat bersamaan?
    saya rasa tidak tepat dan tidak sepantasnya dikatakan begitu, benar bukan?

    2. “Pak tif ga pake kata “kondom” tu karena kurang sopan, dan hal itu justru bisa memancing seks bebas, mungkin yang ingin dikatakan pak tif : “berhubungan seks itu yang normal (wajar-wajar) saja….ga perlu aneh-aneh”
    –> kata “Kondom” kurang sopan? kurang sopan darimana ya? maaf sebelumnya tetapi sebagai perbandingan saja kata ‘Penis’ dan ‘Vagina’ pun dipakai dan diajarkan pada pelajaran Biologi di Sekolah2. Kata2 tersebut jelas mengacu pada alat vital manusia, apakah guru2 yang mengajar lalu menjadi tidak sopan? apa murid2 yang belajar juga menjadi tidak sopan jika menyebut kata2 tsb? hanya orang yang berpikiran sempit yang mengatakan kata ‘Kondom’ kurang sopan untuk diucapkan/ditulis

    3. “salah satu penularan AIDS adalah seks oral, sekarang saya minta tunjukkan, hubungan homo yang ga pake oral? jadi masih ada korelasinya kan?”
    –> Anda seorang Homoseksual? kok bisa tau sih? pertanyaannya adalah : Apakah kaum heteroseksual tidak ada yang melakukan Oral Sex atau Anal Sex? Anda bisa menjamin itu? Jika bisa, coba tunjukkan bukti yang faktualnya🙂

    4. “candaan Prof.Sujudi hendaknya kita pakai sebagai bahan pembelajaran.”
    –> Pembelajaran apa dulu nih? Pembelajaran untuk mengutip kata2 seseorang ke dalam sebuah percakapan atau diskusi atau media sosial dengan kondisi yang tidak sama ketika Prof. Sujadi mengatakannya? Pembelajaran bahwa mengutip kata2 seseorang tanpa berpikir jernih ternyata bisa menimbulkan rasa sakit hati kepada penderita AIDS tersebut?

    5. “kemungkaran adalah hal yang tidak sesuai dengan norma agama….dan karena pak tif muslim, serta homoseks dilarang dalam Islam, jadi wajar kan beliau bersikap seperti itu?”
    –> Mengenai Pak Tif yang seorang Muslim, saya menghargai hal tersebut dan sah2 saja beliau menggunakan ayat2 dalam Al-Quran untuk menegaskan maksudnya. tetapi mungkin Pak Tif lupa, beliau seorang Mentri Komunikasi dan hal ini bukan di bawah kementriannya. Pak Tif seorang Mentri dan apapun yang dikatakan/ditulis olehnya memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
    Dan mungkin juga Pak Tif lupa, beliau hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Negara yang menjadikan Demokrasi Pancasila sebagai Dasar, bukan agama tertentu apapun itu. Jadi tidak sepantasnya beliau menggunakan generalisasi seperti itu, kecuali jika beliau berbicara dalam kapasitas sebagai seorang Agamis dalam sudut pandang Islam.

    Dari statement2 anda di atas, maka saya pribadi dapat menyimpulkan : pendapat anda tidak relevan dan didasarkan atas jalan pikiran anda yang sempit

  24. Fikiran dangkal,statement yg jelas.sy jg smpt mmbahas soal korelasi homosexualitas dan AIDS dlm acoount twitter sy,tnp mention.sy mempunyai pndapat yg sama dgn penulis.slain menstigmakan teman2 yg mengidap AIDS sbg “org yg sembarangan memakai itunya”,bpk mentri jg menstigmakan gay people dgn AIDS.pdhl media penularan nya jg bkn krn perilaku homosexualitas kan?selain itu homosexualitas jg di stigmakan dgn hubungan sexual sesama jenis,pdhl homesexual bkn hny ttg hubungan sex sj,tp mrupakan orientasi sexual,dan bukan lg digolongkan sbg pnyakit kejiwaan. Korelasi agama dgn homosex mnrut sy,agama adlh rule dlm hidup kt, ttg apa yg kt prcaya dan bagaimana kt hidup.itu adlh sangat personal.sy sama tdk mmbenarkan atau menyalahkan.tp biarlah urusan manusia dgn Tuhannya menjadi urusan masing2,bkn hny utk kaum hetero,tp juga utk gay people.jgn menghujat mrk dgn dalil agama. Overall,my point is, don’t judge the book by the cover.

  25. Here you go, jurnal&berita ttg homosexual

    Homoseksual mrpk orientasi, faktornya slh satu krn genetik etc etc

    No wonder kalo pak tif ngomonf itu penyimpangan dsb saya blg super ngaco, lagipula dokter siapa yang bilang homo itu perilaku seks menyimpang..? -_-

    http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8332896

    http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:o477ltNV-7sJ:news.bbc.co.uk/2/hi/health/3735668.stm+is+homosexual+genetics&cd=5&hl=en&ct=clnk&ie=UTF-8&client=ms-rim

  26. Intinya, sebagai MENTRI sebuah negara yg mengakui PERBEDAAN agama , tidak sepantasnya bapak mentri meneriakkan KEPERCAYAAN BELIAU SENDIRI ke warga negara ini. Itu tandanya beliau kurang menghargai perbedaan. Dan seperti ini yg berbahaya.

  27. Ya TUhanku, jauhkanlah hamba dari sudut pandang kompromis kepada penyimpangan, khusunya penyimpangan seksual spt manusia2 yg setuju diatas, biarlah sodom dan gomorah terulang tidak di dunia fana ini, namun di hari pembalasanmu kelak..and yes I’m a against perilaku seks menyimpang LBGTQ whatsoever.

    • kayaknya doa loe gak dikabulin tuh, bro, soalnya udah tau topiknya ginian tp loe nongol aja melulu kayak gak bisa ke lain hati wkwkwk

    • mas/mbak, mending pindah aja dari Indonesia yang mengakui perbedaan . pernah diajarin Bhineka Tunggal Ika ?
      kalau mau negara yg berdasar agama tertentu ya pindah aja .

  28. sebetulnya yg setuju dengan GAY ini tidak pernah memaksa siapa2 untuk berubah pikiran menjadi setuju.
    Kalao org2 pada umumnya tidak setuju or even against it, ya terserah, hak2 kalian.
    tapi yg penting tidak saling melecehkan!!

    Dan do konteks ini jelas2 pihak Gay yg jadi korban ‘pelecehan’ , akibat komunikasi masal yg men-target- kan perilaku mereka .

    Jadi jangan salah artikan kalau org2 membela cara pikir gay, karena itu sekedar membela diri dari ketidak adilan , bukan bearti mereka mau memaksakan semua org untuk setuju atas perilaku mereka.

  29. wew,, simply I can say that..

    # komen2 pak tif jika diurai menjadi point2 terpisah agaknya biasa aja karena semua itu tentu berangkat dari keprihatinan batinnya terhadap akumulasi fenomena yg terjadi hingga saat ini dari sudut pandang dia sendiri sebagai individu yang menjadi bagian dari sosial, namun karena ada circumstances saat2 ini (LGBT yg lagi hangat2nya akibat Q film Fest) n ditambah lagi beliau seorang ‘sosok’ di negeri ini jadi somehow it seems being so sensitive..

    # terlepas dari keberpihakan cara pandang dari golongan tertentu (agama atau orientasi sexual), guyonan AIDS = Akibat Itunya Dipake Sembarangan,, untuk forum umum sekaliber twitter apalagi dari seorang menteri agaknya kurang pas,, karena nature dr penularan AIDS itu sendiri kan bukan hanya dari kesengajaan mereka menggunakan ‘itunya’ sembarangan. Statement becanda pak tif ini mengandung unsur generalisasi yang bisa menumbuhkan ketidakterimaan sebagian orang.

    # Jgn lupa bahwa, bahkan bayi yang sama sekali belum ngerti anatomi tubuhnya apalagi menggunakannya pun dapat menderita AIDS yang diturunkan orang tuanya.! Bayangkanseandainya, ketika nanti sang bayi beranjak masuk sekolah dan ditanya “kamu menggunakan Itu-mu sembarangan ya sampe bisa terkena AIDS?’ dan semua teman2, guru2, dll di sekitarnya berpikiran seperti itu,, kira2 bagaimana menurut anda perasaannya????.. miriss..

  30. saya rasa sih jika seorg menteri berbicara seperti itu amat sangat tidak mencerminkan sekali sebagai seorang negarawan yg tutur bahasanya bisa jadi membuat dampak terhadap masyarakat.

    promo pencegahan boleh saja dan harus malahan diperkenalkan dan difamiliarisasikan, akan tetapi penjabarannya harus secara umum dan universal karena hal ini sehubungan dengan masalah kesehatan dan bukan mengenai masalah gender atau orientasi seksual.

    sepertinya bpk menteri kita yg satu ini amat sangat kurang sekali daya pikir dan nalarnya dan yg pasti amat sangat kurang pengetahuan, krn yg beliau jabarkan dr daya pikirnya hanya sepotong-sepotong saja dan ini bs mengakibatkan pemahaman yg setengah-setengah juga di masyarakat.

    sebagai seorang muslimah, saya hanya berharap org” muslim di indonesia dpt mulai berpikir secara universal tanpa adanya pengkotak-kotakan perbedaan yg ada, be the world’s citizen without losing your identity … without losing your nationality. always open minded to every differences because that’s what makes the world interesting

    PEACE!

  31. Oke bos.Memang ada yg bawaan,itu terkait kelainan hormon.Namun banyak juga karena pergaulan,lingkungan serta trauma psikologis.Pengalaman saya dgn ODHA karena tdk safety sex,selain jarum suntik.I think Pak Tif just warning,jgn ditafsirkan macam2 apalagi bawa2 SARA

  32. Maklum lah, manusia yg manual booknya berisi ajaran jaman batu, merasa hebat tapi gk ada satupun ciptaan/pemikiran mereka yg berguna bagi byk org

    • Logical Fallacy itu istilah umum kok. Apabila sky merasa tweet pak Tifatul itu bukan logical fallacy tolong berikan pendapat, agar keliatan pinter juga.🙂

  33. yg Tif bilang ada bagian benernya, tp pemojokan ke grup tertentu udah jelas banget dari keenam poin berurutan tersebut. dengan mengatakan itu biasa saja, sebenernya mencerminkan bahwa kebiasaan menggeneralisasi itu udah mendarah daging. yg dicari kambing hitam, bukan solusi atau penyebab yg sesungguhnya. dan di situlah letak salahnya tweet2 si menteri.

    • Yep, terlebih dia mentri, orang besar di sebuah partai besar, hal-hal yg diomongin semuanya jadi something, harusnya lebih hati-hati kalau bicara. Terlebih lagi, si pak mentri ini sepertinya kalau menginterpretasikan sesuatu terlalu literal, kurang dilihat secara keseluruhan

  34. hey bung and all God-pretenders

    gw salut sm statemen anda yg bahkan berani mendebat ayat kitab suci Quran. *prok prok

    sebenernya, anda ga perlu repot2 pake dongeng drama ilmiah atau rekayasa data.
    teori sebab-akibat udah cukup menjawab:
    -klo lu (homoseks) nusuk dubur orang pake penis,bisa kena AIDS
    -klo lu (pezinah) ngewe sembarangan,bisa kena AIDS
    -klo lu (pemadat) nyuntik sembarangan,bisa kena AIDS

    see, orang2 konyol yg tetep nekat melakukan hal2 tolol itu berarti udah siap sm pilihannya untuk menanggung akibat.

    • kalo lu bayi yg kebetulan ibu/bapaknya pengidap AIDS, bisa kena AIDS
      kalo lu bukan homoseks, pezinah, ato pemadat tp disuntik ama jarum yg terkontaminasi (maklum, negara miskin, kalo mesti beli jarum baru melulu tekor dong), bisa kena AIDS
      kalo lu bukan homoseks, pezinah, ato pemadat tp dikasih transfusi darah yg terkontaminasi (maklum, negara miskin & korup, proses pengadaan bank darah jg sembrono), bisa kena AIDS
      kalo lu bukan homoseks, pezinah, ato pemadat tp kebetulan dapet suami/istri yg punya AIDS, bisa kena AIDS

      see, orang2 konyol tetep aja nuduh yg enggak2 walo fakta udah ada tinggal dicari. tanggung sendiri akibat ketololannya.

      • Kalo jarum suntik, meskipun level puskesmas, semua steril, masih plastikan. Bisa kena sanksi kalo kaga. Kalo masalah korupsinya paling markup, tapi bukan pake jarum bekas.

    • -klo lu (homoseks) nusuk dubur orang pake penis,bisa kena AIDS
      ====> Koreksi. Seks anal tidak serta merta menyebabkan orang kena AIDS. Kecuali kalo dilakukan sembarangan, misal berganti-ganti pasangan, maka resiko terkena HIV besar. Kalo keduanya saling setia, mereka gak akan terkena HIV.

    • “Hai” saya sapa dulu karena mungkin disini kita bisa saling bertegur sapa sebelum saya akan dikirim ke neraka (dan yang pasti Anda di surga). karena saya adalah salah satu orang2 konyol yang melakukan hal2 tolol, dan benar adanya saya siap menanggung akibatnya.

    • Saya koreksi sedikit ya, bagaimana kalau begini:
      – kalo Anda melakukan anal seks, selama pasangan Anda tidak membawa virus HIV dalam dirinya, tidak bisa kena AIDS.
      – kalo Anda berzinah, selama pasangan (selingkuhan) Anda tidak membawa virus HIV dalam dirinya, tidak bisa kena AIDS.
      – kalo memakai narkoba dengan jarum suntik, selama jarum suntik itu dipakai sendiri saja, tidak bisa kena AIDS.
      Jadi poin-nya bukan pada ketika kita melakukan ketiga hal tersebut maka kita akan pasti terkena AIDS. Tetapi poin-nya adalah ketika kita berganti-ganti pasangan seksual dan menggunakan jarum suntik berbarengan (tanpa sterilisasi) maka resiko kena AIDS bisa tinggi. Itu faktanya.

  35. Pingback: Mengelola Tekanan Publik « yuventius

  36. saya rasa Pak Tiff memang sama seperti FPI, diciptakan dan dikondisikan sengaja untuk memecah belah dan membuat rusuh masyarakat Indonesia, atau bisa jadi supaya membuat seseorang terlihat bagus. Politik. Basi.

    • Bukan berarti saya approve semua opini doski, tapi saya kira justru Pak Tif sadar ucapannya bakal mengundang reaksi dan popularitasnya menurun.🙂
      Itu komitmennya, dengan segala pertimbangannya.

  37. klo lu terlalu banyak memaklumi hal2 yg jelas salah tapi-tetap-dibiarkan-karena-terlalu-banyak-serbuan-teori-pembenaran-dan-sayangnya-lu-ikut-merestui, lu dongo.

    semua org bisa membonceng alasan kemanusiaan palsu yg lengkap dengan melodrama sinetron untuk membenarkan pendapatnya.

    Emg lu mau biarin bocah2 teredukasi lingkungan&media u memaklumi kaum2 pembangkang?

    • Yang dibilang banzai bukan teori pembenaran, sih.. Tapi emang benar. Ga semua orang yang nusuk itunya ke dubur bakal kena AIDS, kecuali yang duburnya di tusuk duburnya lagi luka trus sperma orang HIV+ yang nusuk terpapar. AIDS ditularkan melalui cairan tubuh (sperma, cairan vagina, darah), jadi selama 22nya tidak hiv+ dan si homo ga ganti2 pasangan juga ga bakal tertular. Dimana letak melodrama sinetronnya?
      Bocah2 ga perlu diajarkan untuk menerima / mendukung homoseksual, tapi setidaknya menerima kalau homoseksual itu bukan merupakan penyimpangan moral tapi memang suatu orientasi seksual.

    • 1. coba jelaskan tentang “klo lu terlalu banyak memaklumi hal2 yg jelas salah tapi-tetap-dibiarkan-karena-terlalu-banyak-serbuan-teori-pembenaran-dan-sayangnya-lu-ikut-merestui”! oke, bahkan hari ini pun masih ada yang berpikir bahwa FAKTA adalah MEDIA pembenaran, fakta dalah fakta, bukan lagi merupakan hipotesis, apalagi media pembenaran. perihal term “lu-ikut-merestui” juga merupakan sebuah pemikiran yang sempit. kita sudah dewasa, dan kita bisa membuat opini sendiri dari setiap fakta(dan kita memang wajib untuk mempertanggungjawabkannya). kita berpikir out-of-the-box bukan berarti kita mencoba untuk menyingkirkan norma-norma, kita hanya mencoba untuk melihat dari perspektif lain agar tidak terjadi salah tafsir bagi masyarakat luas dan akhirnya tercipta pembodohan-pembodohan baru serta doktrin-doktrin yang tidak perlu. toh, pada kenyataannya setiap orang tidak memiliki paradigma yang identik, tetapi anda terlalu memaksakan diri untuk melakukan penyeragaman paradigma dan perspektif.

      2. anda bilang, “lu dongo.” Apabila anda terbiasa dan memang merasa pantas untuk berdiskusi, maka tentu saja anda akan berpikir bahwa TIDAK ADA satu pun orang CERDAS yang berdiskusi dalam sebuah forum menggunakan kata “bodoh”, “tolol”, “bego”, “dongo”, dll. untuk menghakimi lawan diskusinya.

      3. “Emg lu mau biarin bocah2 teredukasi lingkungan&media u memaklumi kaum2 pembangkang?” mari kita bahas kalimat ini, definisi edukasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pendidikan. jadi kalimat anda bisa dipadankan menjadi “Emg lu mau biarin bocah2 TERPENDIDIKAN (edit) lingkungan&media u memaklumi kaum2 pembangkang?” ingatlah, TERPENDIDIKAN bukanlah sebuah kata yang valid. mungkin sebaiknya anda belajar lebih dalam, hingga tak perlu menggunakan kata-kata-yang-menurut-anda-akan-membuat-anda-terlihat-lebih-pintar-dari-biasanya.

      4. maafkan saya, tapi saya tertawa terbahak2 karena anda menggunakan kata “melodrama sinetron.” pada salah satu kalimat anda.

  38. Yaaa… Tinggal tunggu saja ALLAH akan bertindak apa, ketika pedoman hidup manusia di dunia tak lagi dihargai, semua yang kalian perdebatkan sudah tertulis di al-qur’an dan perbuatan itu sudah ada hukumannya. Dia yang ingkar, dia yang merasa pintar, dan berpikiran terbuka tapi tak berdasar tinggal menunggu kebenaran itu. Hanya menunggu dan semoga anda tidak terlambat untuk tahu kebenaran itu.

    • Lebih baik begitu. Karena kebenaran mutlak di tangan ALLAH. Bukan manusia yang bisa menafsirkan banyak hal dari yang sudah tertulis. Karena memang jalan hidup setiap manusia ada ditangan masing-masing. Tidak perlu jadi Tuhan-Tuhan kecil yang menghakimi kamu salah dan kamu benar. Kita manusia biasa.

      • waduh.. kalo masalah penafsiran homoseksual,
        Mau ditafsir berapa ribu tahun juga susah dapet justifikasinya itu :))
        Saya setuju dengan tidak boleh menghakimi, tapi marilah kita saling mengingatkan dan jangan menutup kuping…, jangan mengabaikan nurani. Hati kecil juga tau kok kalo itu gak bener.

  39. Ambil saja baiknya, buang jauh2 buruknya. Kalian kan udah pada dewasa. Contohnya bagi gw, kaum homo apalagi yg terang2an, 1000% gw ga setuju.

  40. @banzai :Tuh kan ngaco lagi.Penularan dari ortu ke anak,suami ke istri/sebaliknya (ingat;tdk semua anak/istri/suami yg ortunya ODHA tertular) sedikit , transfusi atau jarum suntik di RS boleh dikatakan tdk ada (jgn menghina, biar negara miskin prinsip sterilisasi masih kepake Bos).Justru paling byk itu lah karena jarum suntik bersama serta tdk safety sex

    • “kalo lu bayi yg kebetulan ibu/bapaknya pengidap AIDS, bisa kena AIDS”
      Bisa = berpotensi terkena (misal dari ASI, si ibu / ayah cairan tubuhnya kena ke luka anaknya?) = bukan berarti pasti terkena AIDS,

      Apalagi biasanya penderita ga sadar sampai ada penyakit lain yg menyertai, tes , baru ketahuan kalau terkena aids

    • duh yakin loe dokter? jelas bisa nular ke bayi/anak. ada statistiknya, tp lebih baik loe nemuin langsung anak2 korban penularan ini gimana? biar bisa ngeliat mata kepala sendiri. emang gak pasti nular, tp termasuk resiko penularan. sama kayak anal seks, resiko penularan karena kemungkinan terjadi lecet, tp gak mesti semua yg anal seks trus kejangkit HIV.
      juga soal transfusi & jarum suntik. bukannya ngehina ya, tp coba deh sekali-kali main ke puskesmas di luar. yg mestinya gratis aja diduitin. standar pengobatan memang ada, tp beneran diterapkan? sekali lagi, coba main ke puskesmas desa2 di luar jawa. rakyatmu sebagian besar nggak mampu RS, bos. dokter aja ada yg bisa praktek tanpa penempatan. jarum baru lebih baik dr jarum lama yg disterilisasi, karena kalo ybs sembrono, masih terkontaminasi itu.
      sekali lagi, semua masuk resiko. jangan cuma karena yg 1 kemungkinannya lebih besar trus yg lain dicuekin. toh buktinya ada aja yg kena pake jalur yg menurut loe gak konvensional itu.

  41. nah sekarang gini aja, ga usah salahkan yang berpikiran jorok, ketika hal-hal yang bersifat tabu, sekarang telah terbuka dengan bebas seperti saat ini….

    • o ya? sebebas apa sich? seiring waktu kayak gini ini makin keekspos, kita cuma bisa ngebatesin sebagian. yg penting itu kita ngerti apa yg sebaiknya kita lakukan & ngasih pengertian ke anak cucu dgn pola diskusi. gak susah kan?
      seks itu gak tabu loh. loe kan ada di dunia juga karena seks. di agama juga enggak dilarang. tapi ya gak berarti diumbar kebiasaan seks loe ke seluruh dunia, orang2 males tau juga wkwkwk. dilihat secara biologis aja dech. & sepenglihatan saya sich di sini ngebahasnya juga enggak dengan kacamata porno/mesum, semuanya sangat matter of fact.

  42. Menteri juga punya hak konstitusi untuk berpendapat…..jangan lembek seperti era orde baru….temen-temen banyak yang minta untuk ada kebebasan berekspresi…sekarang sang menteri telah bicara…temen-temen justru menyuruh untuk bungkam?????

    • orang punya kebebasan berpendapat dengan syarat tidak menyakiti pihak lain. Tiffy udah bukan sudah sekedar “menyinggung perasaan orang lain”, dia mengeneralisir kaum LGBT dan ODHA (terutama dengan menyatakan bahwa AIDS disebabkan “karena memakai itunya sembarangan” yang jelas nggak adil buat orang-orang yang tertular dengan cara lain: what, babies with HIV+ mothers slept around in the womb too?). Tiffy dalam kapasitasnya sebagai menteri juga menyinggung pemeluk agama lain dengan tweet dia yang hanya berdasarkan kepercayaan dia saja.

      Kami tidak menyuruhnya untuk bungkam, kami hanya berharap agar Tiffy berpikir matang sebelum bicara mengingat sebagai menteri dia berpengaruh. lagipula, kebebasan berpendapat juga disertai dengan kebebasan pendengarnya untuk berpedapat balik mengenai pendapat itu.

      Kami tidak menyerang kebebasan dia untuk berpendapat, kebanyakan kami simply meng-kritik fakta yang dia sebarkan ke publik, karena fakta-fakta tersebut biased (tidak impartsial dan/atau netral), tidak didukung fakta (bahkan bertentangan dengan data yang disimpan oleh kementeriannya sendiri), tidak sistematis dan kadang argumen-nya tidak relevan. Kami kecewa karena logika berkomunikasi dia sebagai menteri tidak jalan.

      Justru kalau Tiffy sebagai menteri tidak mau menerima feedback dari rakyat, dialah yang bersikap Orde Baru.

    • halo mbak/ mas aslich…oke klo kita bicara tentang hak untuk berpendapat..jelas semua orang berhak untuk mengeluarkan pendapatnya tentang suatu hal, even dari sudut pandang dy sendiri..yang sy bingung, dari pihak yang kurang setuju dgn tweet ny Mr Tiff, ga ad tu yang nyuruh beliau untuk “bungkam” seperti yang anda tulis…setau saya jg ga ad tu yang nyuruh beliau untuk diam..

      sperti yg sudah disebutkan diatas,mengutip tweet @newsplatter

      “I respect freedom of speech. But a MINISTER who validates hatred & judgment against a group has crossed the line.”

      yg kami mau tegaskan adalah spy beliau menempatkan dirinya sbagaimana adanya..beliau seorang mentri NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, seyogyanya mbok y berdiri di atas semua golongan.. LET’S SPEAK with DATA juga,.. sy secara pribadi heteroseksual, sy juga sebenarnya risih dan ga setuju dengan penganut homoseksual, TAPI sy tetap menghargai keberadaan dan hak asasi mereka sebagai manusia untuk dapat hidup dan tidak mendapat STIGMA, diskriminasi bahkan judgement akan suatu problem tertentu..

      kembali ke masalah kebebasan berpendapat, kalo anda sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, seharusnya oke-oke juga dong kalo ad pihak yang tidak setuju dengan pernyataan beliau..sy juga sempat heran dengan Mr. Tiff ini, ktny beliau menjunjung tinggi prinsip demokrasi, dimana salah satuny jelas ada FREEDOM of SPEECH, eh, koq sampe hr ini ud berapa orang ya yg udah diblock sm dy..hehe..

      satu lagi, sy masih geli dengan pendapat anda soal kata “kondom” sebagai suatu kata yg kurang sopan dan memicu seks bebas..hehe..

      maaf kalo tulisan sy sulit dicerna, maklum newbie nih..sy hanya seorang anak muda yg merindukan negeri ini menjadi negeri yg lebih baik..

      —-AMDG—-

    • mas aslich yang terhormat.

      menteri memang tidak seharusnya diam. tapi juga tidak seharusnya asal ngejeplak.

      Tong Kosong Nyaring Bunyinya, kayaknya yg pas untuk pak Tiff yang nyaring tanpa pengetahuan yang memadai.

      Dan sebagai menteri di negara yg mengagungkan perbedaan ini, keberpihakan kepada suatu agama hanya akan membuat dirinya tidak bisa memipin seluruh umat.

      selain males denger pemimpin2x negara yang berkoar2x tanpa otak, hal ini justru membahayakan negara ini. Mulutmu harimaumu.

      Dengan berkoarnya pak Tiff, membuktikan ke kita betapa kita memilih pemimpin2x bagai kucing dalam karung, seandainya dia sudah ber tweet sebelum menjadi menteri, tentunya kita tidak akan memilih orang yg Tong Kosong Nyaring Bunyinya kan ?

      think smart aslich.

    • emang mentri layak komen, tp komennya gimana? kapasitasnya kan pejabat negara, ngomong ke rakyat bukan cuma ke tetangga, dilansir di media asing sebagai pernyataan pejabat negara & bukan sebagai tifatul. sebelum bikin pernyataan dipikirin dulu, karena potensi friksinya gede sekali kalo urusannya negara. gitu loh neng.

  43. saya cuma ingin berpendapat, klo masalahnya hanya kepada homoseksual yg menyebarkan AIDS.. lantas kenapa masih ada wanita yang terkena AIDS ?
    pdhl, as we know, gay doesn’t like girls..
    lagipula, toh yang heteroseksual juga ada yang terkena AIDS.. apa ini karena mereka “bermain” dengan gay ? i don’t think so..
    hal ini juga disebabkan banyak heteroseksual yang “jajan”..
    jadi alangkah baiknya kita berfikir tentang kekurangan diri kita sendiri daripada men-judge yang engga” tentang orang lain..
    thanks

  44. masalahnya adalah stigma. kenapa dalam 6 butir itu yang diangkat cuman masalah GAY?
    untuk sekelas menteri, asumsinya harusnya bahwa setiap PERKATAAN dia akan sampai ke orang yang paling pintar sampai ke orang yang paling bodoh.

    sudah jelas sekali bahwa dunia menganggap bahwa AIDS adalah penyakit, perkara dapetnya dari mana itu udah urusan masing-masing. betul sekali bahwa tifatul punya niat baik untuk memberi pembelajaran. tapi kalo sebab yang diangkat hanyalah masalah GAY/Homoseksualitas, rasanya jelas bukan pilihan yang baik karena akhirnya bisa menjurus ke stigma.

    kenapa pilihannya GAY? apakah dia tau bahwa penularan HIV terbesar itu dari jarum suntik? jika niatnya memang memberi informasi, kenapa harus GAY? dan kenapa dengan lelucon singkatan AIDS? apa masih lucu jika DIA atau ANAKNYA yang terkena tanpa kemauannya?

    saya nggak setuju sama aslich. bencana karena orientasi seksual yang menyimpang? who’s wrong? who’s right? anda tuhan? kalo anda cukup terbuka pemikirannya untuk punya kawan-kawan homoseksual, anda akan tau bahwa banyak dari mereka yang memang sudah homoseksual sejak lahir.
    siapa yang membentuk? orang tua? lingkungan? TUHAN?

    silahkan anda jawab sendiri. sungguh kata2 “kalo memang kita dapet bencana karena orientasi seksual kita menyimpang wajar kan?” itu sungguh gak layak buat saya.

    terimakasih.

  45. 2. Perilaku seks yang menyimpang: jajan, pake dubur, tidak setia, dsb dsb. Bukan pake kondom tidaknya.

    Berhentilah klise kasih komentar “Hanya Tuhan yang tahu kebenaran mutlak” merujuk ke perilaku ini.
    Tuhan udah kasih pesen lewat mana2, tidak ada satupun agama yang endorse perilaku homoseksual. Mau cari Tuhan versi yang mana lagi? Mau bikin agama sendiri?

    Tugas manusia adalah saling mengingatkan, kalau itu menuju kebaikan ya ambil saja baiknya. Ga usah nyolot balik. Kalau mau menunggu Tuhan datang sendiri dan menyapa dan ngasih tahu apa itu kebenaran mutlak, ya silakan. Ain’t gonna happen.

    • Karena saya tidak percaya semua omongan orang yang semakin lama semakin simpang siur dengan dalil dan dalih dan penilitian dan penafsiran dan agenda2 terselubung. Saya hanya percaya hati saya, karena Tuhan saya ada disana.

      • Benar sekali🙂 Hati nurani adalah ‘gagang’ dari ‘pedang’ akal dan pengetahuan kita.
        Jangan gampang percaya dengan omongan orang dan dalil yang simpang siur, tapi jangan diam saja di tempat.
        Pave your own way menuju Tuhan, sesuai ajaran kepercayaan Anda tentunya. Bukan ajaran kepercayaan yang ‘dimodifikasi’ sesuai kepentingan kita.

  46. Kalo bicara mengenai hukuman Tuhan, kenapa Belanda yang udah melegalkan gay marriage sejak tahun 2000 masih aman-aman aja ya? Nggak ada bencana yang menimpa mereka. Tapi malah NAD yang banyak kaum so-called religious nya yang terkena tsunami?
    Mungkinkah Tuhan marah dengan kaum beragama di NAD?

    Oh wait… palingan kalo NAD kena bencana disebutnya sebagai “cobaan”.
    Giliran orang non-muslim (kafir) kena bencana disebutnya sebagai “azab”.

    LoL… So ridiculous.

  47. Sebagai rakyat terus terang malu, punya pemimpin yang picik, SARA, dan homophobic… mash byk hal2 yg lebih penting dan relevan untuk dibahas, seperti pemberantasan korupsi dan kemiskinan. peace.

  48. halo mas nice udah mengkritisi dgn begitu baik statement dari pak tifatul. tapi ada beberapa poin yg ingin tulis disini.

    1. dari penelitian, ukuran virus HIV dgn pori2 kondom yg dijual massal itu perbandingannya kurang lebih seperti bola tenis dan keranjang bola basket (silakan googling sendiri kalo tidak percaya). jadi sangat mungkin penularan terjadi meski sudah menggunakan kondom. apalagi tidak sedikit kondom yang dijual dipasaran dalam keadaan sudah bocor. jadi sekali lagi, kondom tidak membuat kita 100% resisten terhadap HIV/AIDS.

    2. kalopun kondom yg digunakan tidak bocor, penularan MASIH SANGAT MUNGKIN TERJADI melalui aktivitas seksual lain seperti oral seks.

    3. memang pendiskreditan kaum homoseksual sebagai biang kerok penyebaran HIV/AIDS merupakan hal yg kurang tepat, namun sejarah membuktikan bahwa korban penyebaran HIV/AIDS yg begitu deras pada dekade 80an didominasi oleh para homoseksual. lebih baik mencegah daripada menanggulangi. lebih baik menjauhi perilaku homoseksual daripada harus mengambil resika. lagipula anjing sekalipun masih cukup waras untuk tidak berhubungan seks dgn sesama jenis mereka. *no offense, hehe

    anyway thanks for sharing. salam hantam untuk pak tifatul.

    • Halo Mas Muhamad,

      Poin 1 & 2 sepakat. Kondom hanya mengurangi probabilitas bukan berarti 100% aman.
      Yang lebih penting adalah pada apakah kita sering gonta-ganti pasangan, baik untuk yang orientasinya hetero maupun homoseksual.

      Sex bebas dan tidak aman lebih merupakan sebab penyebaran virus HIV, bukan soal orientasi seksualnya. Nah apakah kecenderungan melakukan seks bebas dan tidak aman itu lebih banyak pada kaum homoseksual daripada heteroseksual? Saya belum melihat survey-nya tapi saya kok ga yakin. Silakan share kalau ada.

    • 3. memang pendiskreditan kaum homoseksual sebagai biang kerok penyebaran HIV/AIDS merupakan hal yg kurang tepat, namun sejarah membuktikan bahwa korban penyebaran HIV/AIDS yg begitu deras pada dekade 80an didominasi oleh para homoseksual. lebih baik mencegah daripada menanggulangi. lebih baik menjauhi perilaku homoseksual daripada harus mengambil resika. lagipula anjing sekalipun masih cukup waras untuk tidak berhubungan seks dgn sesama jenis mereka. *no offense, hehe
      >>> nah mas muhammad coba googling deh, banyak makhluk hidup yang memiliki prilaku homoseksual juga, mo gimana nih? Tuhan yang menciptakan makhluk hidup tsb kan? kalo iya kok memberikan kecenderungan homoseksual kepada ciptaanNya? kalau kesalahan kok bisa ya Tuhan yang Maha Sempurna melakukan kesalahan fatal tsb? kalau kesalahan kok kecenderungan homosexual (male-male, female-female) bisa merata di setiap jenis makhluk hidup (manusia dan hewan)? hayooo…..

      cb baca nih : http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexual_behavior_in_animals

      oh ya saya juga baru tau, Warok dan Gemblak dalam kebudayaan Reog Ponorogo dulunya juga mempraktekkan homosexual loh, hanya saja tahun 80an gemblak diganti dengan para gadis jelita dengan tujuan menarik penonton
      sumber :
      http://danielmginting.blogspot.com/2008/08/warok-dan-gemblak-dalam-reog-ponorogo.html

      http://news.okezone.com/read/2010/03/26/340/316248/gemblak-tayub-dan-komunitas-gay-di-jawa-timur

  49. Benhan,

    Ada beberapa yang perlu saya tanggapi.
    Secara medical oriented saya kurang faham, namun kalau kita lihat dari kaidah agama apalagi referensi yg digunakan Alqur’an saya benarkan. AIDS adalah bencana dan asal muasalnya dari virus yang disebarkan oleh pasangan yang tidak normal dan berkembang dg penyalahgunaan narkotika dll. Bencana itu idak harus berupa gempa bumi atau tanah longsor, namun penyakit yang mewabah juga bagian dari bencana…

    Hanya ini yang bisa aku komentari sebagai masukan, klo masalah lainnya aku kurang faham…

    • terjawab kan?????
      RT Benhan : AIDS adalah bencana dan asal muasalnya dari virus yang disebarkan oleh pasangan yang tidak normal dan berkembang dg penyalahgunaan narkotika dll.

      • “Genetic research indicates that HIV originated in west-central Africa during the late nineteenth or early twentieth century”

        ehm… fakta sejarahnya HIV menyebar lebih dulu di benua Africa (yang notabene penyebarannya via hubungan heteroseksual)….namun penelitiannya baru dilakukan 1980-an di amerika karena persebarannya yang sangat cepat (dan notabene belum diketahui bahwa itu virus mematikan)

        just my two cents though

      • oh iya sumbernya : Gao F, Bailes E, Robertson DL, et al. (1999). “Origin of HIV-1 in the Chimpanzee Pan troglodytes troglodytes”.

    • Eh asal muasal virus HIV yang saya tau itu dari simpanse. Tolong link-nya kalau ada penelitian yang sebutkan virus itu disebarkan pasangan tidak normal.

  50. Saya seorang non muslim…kalau dikatakan homoseksual itu perilaku menyimpang, saya setuju 100%, jelas & telak sekali kalau itu memang menyimpang dari kodrat yg diberikan Tuhan, jangan melakukan pembenaran apapun dalam hal ini dengan berbagai alasan ( orientasi sex, gen bla..bla..) sebab ini sama saja kita membohongi diri kita akan kodrat yang diberikan Tuhan…saya rasa kita harus setuju untuk soal ini ( tanpa memaksa pendapat loh ) sebab apa yang sudah diberikan Tuhan itu (kodrat) bersifat absolut dan gak boleh dilanggar…

    Tapi ( nah ada tapinya nih, hehehe )…kita boleh tidak setuju dan tidak suka dengan homoseksualitas, namun bukan berarti kita juga harus membenci mereka, karena mereka juga manusia ciptaan Tuhan sama seperti kita..lebih baik kita bantu mereka untuk kembali sadar akan dosa yang mereka lakukan itu, karena saya sendiri pernah liat koq seorang gay yang mau bertobat & kembali menjadi normal..IMO homoseksual itu adalah masalah pergaulan yg salah, bukan orientasi sex, karena saya yakin, seyakin2nya bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia untuk menjadi seorang pendosa ( perampok, pembunuh, koruptor termasuk juga homoseksual ), tapi manusia lah yang sering jatuh kedalam dosa.

    Sekian dan terimakasih🙂

    GBU

    • Mas Raman, silakan Anda punya keyakinan, tapi mereka yang orientasi seksualnya=homoseksual juga punya keyakinan bahwa mereka punya orientasi seksual yang berbeda bukan karena dosa, tapi karena dari lahir telah ditakdirkan seperti itu.
      Keyakinan Anda tidak akan mengubah keyakinan mereka, boleh dicek sendiri silakan.🙂

      • Betul banget kata Mas Benhan. Sebenarnya ada istilahnya, “it takes one to know how it really feels”, tp walaupun bukan termasuk homoseksual, tetep kok sebenernya kita dikasih kemampuan untuk berempati, dan menghargai, tanpa sibuk menghakimi terlebih dahulu.

      • Om Benhan…komentar saya juga tidak mempermasalahkan keyakinan mereka koq, pendapat itu saya share buat mereka2 yang yakin akan keTuhanan itu, soal kaum homoseksual punya keyakinan sendiri..sok, silahken…cuma perlu di ingat, tanpa kita melihat ke Tuhanan dulu deh, manusia itu suka membenar2kan dirinya ketika dia melakukan sesuatu yang salah,betool??….hehehehe….salam damai🙂

  51. Wah kalau dilihat dari statistik di “like” and “dislike”
    lebih banyak orang yang “like” commen yang bilang pak mentri ini ngawur, ketimbang yang mencari jalan untuk membela pak mentri ini ya…

    buat saya, ini adalah salah satu pertanda baik, bahwa sebenarnya mayoritas bangsa ini:
    1. Tidak menyukai orang yang mendiskreditkan ODHA apalagi memberikan “paradigma” yang berkesan memojokkan ODHA. Ini sebenarnya jadi seperti salah satu bentuk Fitnah terhadap ODHA
    2. Banyak yang merasa terganggu kalau pak Tiff tetap menjadi mentri

    buat saya, demi mengurangi kemudharatan, lebih baik Pak Tiff ini diganti saja.

  52. hanya mencoba memberi sedikit informasi tentang kondom dan virus HIV.

    Betul, pori-pori yang terdapat pada kondom lateks, berukuran lebih besar daripada virus HIV. Namun demikian, virus HIV tidak dapat hidup di luar cairan tubuh yang berukuran lebih besar daripada pori-pori lateks (sehingga kondom dapat mencegah kehamilan) sehingga kondom tetap merupakan cara yang efektif untuk mencegah penularan Hiv/AIDS.

    Tentang kondom yang bocor dan robek, hal ini memang terjadi. Namun persentase kondom bocor/robek ini sangat kecil (kurang dari 0,01% dari total produksi) dan relatif mudah terdeteksi dan dihindari.

  53. Maaf, aq hny manusia awam,,,,,
    Terima kasih mas benham yg uda memberikan ilmunya ttg bener tidaknya tulisan seorang menteri n mantam ketua partai
    Terima ksih jg masukan dari para komentator

    Cm mau memberikan pikiran dikit
    Masalah GAY itu adalah hak masing2 manusia, sapa sih yh mau jadi gay, kalau mrk bs tertarik n bergairah degan lawan jenis, untuk apa dia harus dgn sesama jenis
    Dan masalh AIDS itu jg sudah di jelaskan oleh org yg lebih ahli dalam bidangnya kalau itu menular, karna virus itu menular dari org yg telah terinfeksi virus tersebut
    Jadi kalaupun dia gay, mau oral,anal ataupun ciuman kalau sama2 bersih dari virus itu ga akan tertular AIDS walaupun mrk melakukannya berulang2. Intinya mau hetero ataupun gay asal lakukan dengan aman maka tdk akan tertular AIDS dan tdk akan meluas.
    Informasi yg pernah di dapat dr media elektronik di papua ada sebanyak 140 lebih tentara yg terjangkit HIV/AIDS apakah mereka gay juga?
    Masalah hukuman tuhan yah biarkan tuhan yg lebih tau, jd sebagai manusia kita tdk perlu berlaku sebagai tuhan kepada siapa hukuman itu diberikan, bencana ada dimana2 jd siapa saja bs terkena tdk hanya gay atauun yg hetero.

    Biarkan masing2 hidup dengan keputusan masing2 tampa harus merugikan n menindas yg lain, terima sesama dgn kedamaian.
    Dan bagi yg tdk bs menerima dan mau menghindari yah silahkan asal jgn sampai menindas karna kita sama2 manusia

    Dan manusia jgn disamakan dgn anjing karna orientasi sexnya, kata2 anjing saja msh cukup waras untuk tdk berhubungan dgn sesama jenis,,
    kita sama2 manusia hrs saling menyayangi dgn sesama apapun suku, agama dan orientasi sex nya,

    Maaf kalau ada kata2 yg salah atau kurang tepat,salam damai

  54. Penulis, Peng-comment, Pak Mentri, Pembaca, dan semua teman2, saya bukan mau sok bijaksana, tapi saya rasanya sebaiknya kita semua melihat ini dari sisi lain demi ketenangan hati🙂.

    Di dunia ini banyak sekali hal2 yg masih dianggap kontroversial. Aborsi, Cloning, dll, dll
    Homoseksualitas adalah salah satu nya.
    (Kalau dipikir2, isu wanita yg ber-karir juga dianggap kontroversial bbrp tahun yg lalu.)

    Jadi, wajarlah jika hal2 kontroversial ini menimbulkan beda pendapat.
    Tidak ada jawaban mutlak untuk hal2 kontroversial ini (namanya juga kontroversial)
    Mengingat sebagian besar dari kita semua disini itu bukan ahli nya, dan kita hanya mendasarkan pendapat kita dari kepercayaan/baca2/penelitian pribadi, janganlah terlalu ‘ngotot’ juga dan langsung mengganggap semua org lain salah.

    Yg penting beda pendapat itu di diskusikan dengan sopan (saya rasa penulis blog ini sudah melakukannya)

    Karena saya rasa sebagian besar dari kita disini org berpendidikan. Jadi jangan sampai kedengaran seperti orang tidak pernah sekolah.🙂

    Dan jika anda merasa diri anda org yg mempunyai kewajiban untuk menjunjung persatuan bangsa (saya rasa ini kita semua sebenarnya), berhati2 lah dalam mengutarakan pendapat pribadi anda mengenai hal kontroversial. Karena hal kontroversial itu seperti pematik api.

    sekian, semoga berguna🙂

  55. Kalau ada insiden bermuatan agama lain, semua berlindung di.. “negara kita kan negara Pancasila!”
    Sayangnya ndak ada agama atau kepercayaan yang endorse homoseksualitas.
    Masih mau pegang Pancasila sebagai dasar negara?
    konsekuen sekali. pinter.

  56. ….jadi alangkah lebih baiknya kalo twit seorang menteri berbunyi;

    – homoseksual tidaklah mengapa, berhubungan seks melalui dubur juga wajar-wajar saja asal pakai kondom. Don’t give a damn about religions, semua orang bebas menafsirkan. Asalkan ada Tuhan di hati, jadi homo tidaklah mengapa. Bila perlu buat aliran agama baru. Laki perempuan tidaklah mengapa, yang penting kehangatan.

    “Great success!”

    • ya gak gitu juga kaleeeee. item putih amat pola pikirnya. nih ya, kalo emang pak tif peduli soal penyebaran AIDS, dia bisa bilang gini: “AIDS adalah penyakit yg mematikan tp bisa dihindari. Dengan pendidikan (nah di sini berhubung doski mentri info kan bisa masukin link website WHO kek yg netral), tetap monogami, selalu menggunakan jarum baru, memperkecil kemungkinan tertular HIV”. nyampe 140 huruf gak tuh? kalo kelebihan edit sendiri. nah kalo kayak gini kan lebih profesional, sesuai job desc sbg pejabat negara & bukan kayak org kantoran yg asal ngejeblak.

  57. saya gak ngomentarin soal AIDS karena memang gak paham, tapi tentang cara bertwitter pak Tifatul ini kadang menurut saya aneh. sepanjang yang saya tahu, beliau tidak pernah mentwit soal internet, komunikasi, media massa dan hal-hal seputar pekerjaannya sebagai Menkominfo.

    memang sih ngetwit itu kebebasan, termasuk yang dilakukan Pak Tif, namun beliau adalah pejabat publik, wilayah jabatannya jelas (Kominfo), followernya banyak (artinya twitnya boleh bebas namun bertanggung jawab, gak asal).

    saya melihat, yang terjadi kemarin adalah : beliau ngetwit serial 6 twit tentang AIDS dan homoseksual itu dalam rangka mengomentari Q FIlm Festival. maksudnya dihubungkan antara fenomena homoseksual yang banyak jadi tema di festival film itu dengan penyakit AIDS, tapi seperti yang kita tahu malah jadi kontroversi.

    bahkan ada seorang yang kalau saya tidak salah aktivis HIV AIDS yang tersinggung dan membalas twit-twit pak Tif, kalau gak salah @fajarjasmin.

    saya menyimpulkan kita memang bebas berpendapat, namun tentu harus bertanggung jawab. kita mungkin melihat banyak fenomena namun bukan berarti kita harus selalu ikut komentar, mending kalau bener, kalau salah?

    Bukan berarti kita bisa terus kita boleh bukan? dari perdebatan twit-nya pak Tif saya jadi belajar menahan diri mengomentari sesuatu di twitter, semoga kita semua juga🙂

  58. Buat yang nulis ini , Anda membela kaum GAY (Lesbi dan Sejenisnya), atau memang anda GAY ? .

    Sudah Jelas itu Menyimpang.

    Ya Seharusnya kalau ada orang ceramah di twitter, bukan anda kritik cari” kesalahan orang lain. tapi kita harus melihat kedalam diri kita sendiri.

    anda sudah merasa paling benar ? BAWA PENYIMPANGAN ANDA KELUAR NEGRI SAJA.
    NEGARA INI GA DIPERBOLEHKAN NIKAH DENGAN KELAMIN YANG SAMA .

    • ini lagi nih. mau ngelurusin fakta aja kok mesti dibilang gay. kemaren kucing jalanan digebukin anak tetangga, ane kasian trs ane usir tu anak2, apa berarti ane penganut bestiality? apa berarti ane turunan kucing? kan gak mesti.

    • kalau saya Gay kenapa? kalau saya Hetero kenapa? Salah?
      Yang disikapi adalah opini publik yang Pak Tif coba bentuk.
      Yang dibela adalah ODHA (penderita HIV/AIDS) yang terjangkit bukan hanya karena mereka homoseksual atau demen seks.
      Yang dibela adalah semangat hidup ODHA yang bisa jadi menurun dan melemah karena adanya stereotip yang ‘gagal’ seperti ini.

      lalu pertanyaannya saya balik untuk anda menjadi : anda sudah merasa paling benar?

  59. Maaf kalau bahasannya jadi meluas, mungkin ada baiknya kalau poinnya dipersempit seputar twitnya pa sembiring, tapi udah terlanjur :p

    Menurut hemat saya ya, tidak perlulah terlalu banyak berlindung di bawah ke-abu-abuan, lebih-lebih kalau sudah jelas warnanya hitam. Kalau level of acceptance kita terus berkembang ke arah yang tidak baik, zona grey ini akan terus meluas lho, dan suatu saat manusia sendiri bingung mau menentukan hal ini baik atau tidak, karena argumennya hanya seputar “Hari gini kok masih…”

    Marilah kita fair saja. Hormat menghormati wajib. Tapi tak usah mencari pembenaran. Dimensi manusia beragama itu ada dalam kita semua, ga usah dicari celah-celahnya untuk membenarkan tindakan kita.

    Semoga Tuhan mengampuni kita semua.

  60. Well, kelihatannya beberapa (err, banyak) orang lupa bahwa sama halnya seperti orientasi seksual, religiusitas itu nggak bisa dipaksakan.

    Okelah, Abrahamic faiths / agama-agama Ibrahim memang melarang homoseksualitas (entah kepercayaan lain, mungkin teman2 bisa kasih info?) dgn dasar bahwa manusia seharusnya beranak pinak, menciptakan keturunan, menuhin bumi, etc etc. Jadi dari sudut pandang AGAMA, memang homoseksualitas itu salah.

    Tapii, kalo dari sudut pandang MEDIS, tentu homoseksualitas ga bisa dibilang “salah” atau “bener” karena emang gak ada parameternya. Yg salah ya perilaku beresiko (ganti2 pasangan, ga pake kondom, jarum suntik bekas, dst dsb regardless of orientation).

    Nah pertanyaannya: Apa iya semua penduduk Indonesia yg notabene bukan negara agama DIWAJIBKAN mendasarkan hidup mereka pada perintah agama sampe ke huruf-hurufnya? Oke kalo Anda mau begitu, itu hak Anda; tapi kalo saya nggak relijius (nonpracticing misalnya), saya nggak bisa dipaksa2 ikut aturan agama si pak menteri dong. Wek :p

    Jelas itu bukan kapasitas negara, tapi kapasitas pemimpin agama masing2, orangtua, dan pada akhirnya pribadi masing-masing sebagai orang dewasa.

    Tingkat keimanan kok diatur sama menteri… aneh… :-\

  61. Pingback: My 2010 Year in Blogging « no action blog only

  62. mungkin yg bikinnya gay jd berusaha utk melindungi kaumnya dengan mengada2 mengkritisi menggunakan hal2 yg isinya lebih pembenaran kaumnya sendiri drpd logika, norma beragama, dan fakta yang benar2 terjadi.
    kaum2 seperti ini (dan pendukungnya yang gelap mata atas nama kebebasan, demokrasi yg kebablasan, dan kemajuan zaman) pst akan terus memberi pembenaran atas penyimpangan mereka agar sedikit demi sedikit ditoleransi di masyarakat.
    sy juga orang Islam, dan sy tidak setuju dengan tindakan org2 Islam fundamentalis yg sangat ekstrem, tp sebagai muslim jgn lupakan fundamental dr Islam itu sndiri.

  63. sy jg tidak mendorong agar kaum gay dikucilkan, tidak dipandang, atau direndahkan dari bagian masyarakat Indonesia, namun pengertian, arahan, dan keyakinan agar mereka sembuh dari penyimpangan itu kita berikan dengan landasan bahwa orientasi homoseksualitas itu salah dan tidak dibenarkan di negara ini.
    sejatinya, setiap orang memiliki ketertarikan thd sesama jenis. misal, seorg cowok akan tertarik thd penampilan cowok keren lain yg dia temui dan normalnya dia akan berusaha meniru bgmn penampilan atau aktivitas yg dilakukan cowok tersebut agar bisa sekeren cowok tsb. hal ini contoh mendasar dari adanya fans atau pengagum dari tokoh2 publik dan munculnya tren2 di masyarakat.
    namun, ketertarikan itu tidak lantas membuat seseorang menjadi mengubah orientasi seksualnya. di sini byk org yg akhirnya berkata “saya gay” itu tidak paham bahwa apa yg mereka rasakan lumrah dan tidak perlu mempertanyakan orientasi seksualnya.
    ya benar utk beberapa orang ketertarikan itu besar, tp kurangnya informasi, pemahaman, dan pengertian yg membuat seseorang akhirnya menyimpulkan dirinya gay, pdhl hrs dia sadari ketertarikan itu dirasakan semua orang yang heteroseksual.
    bgitu yg saya pelajari dr kuliah saya.
    dan terakhir, apa yg sudah jelas buruk dan terbukti dosa (dengan bukti sejarah dan agama dr kaum Nabi Luth AS. Soddom Gomorah) jgnlah disusupi sedikit demi sedikit agar dibenarkan di masyarakat.
    jgn budaya luhur dan keyakinan bangsa ini tergerus hanya karena hal2 tertentu sudah diterima atau populer di belahan dunia lain.

  64. Pingback: Tips Mengelola Tekanan Publik | indramahyul

  65. Coba baca/browsing :

    Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps
    Oleh Allan + Barbara Pease

    Untuk memahami lebih mendalam “SIAPA KITA SEMUA SEBENARNYA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s