Hope is Life: Greeting The Arsenal New Season


Arsenal Pre-Season Training

While there’s life there’s hope, and only the dead have none.

~ Theocritus

Setiap musim baru Arsenal selalu diawali dengan harapan. Bagi para fans klub lain yang setiap musim selalu mendapatkan gelar (atau setidaknya mereka merasa begitu…, ugh those gloryhunters), Arsenal selalu menjadi jago PHP (pemberi harapan palsu) bagi para pendukungnya. Well, mereka tidak sepenuhnya salah. Delapan musim terakhir menjadi bukti kalau harapan kita akan gelar belum terwujud. Sebuah masa penantian yang cukup panjang, terutama bagi para gloryhunters yang rasanya tak bisa hidup tanpa gelar.šŸ™‚

Namun sebagaimana pepatah di atas, selama kita hidup selama itu pula kita mesti memiliki harapan. Harapan setiap pendukung Arsenal pada musim baru ini bisa berbeda. Ada yang murni berharap pada trofi saja, trofi apapun biar Mickey Mouse Cup, eh… maksudnya League Cup (yang nama resminya bisa berganti-ganti sesuai sponsor) sekalipun. Ada lagi yang berharap pada gelar juara liga. Ada juga yang hanya berharap pada posisi yang lebih baik dari musim sebelumnya. Apapun harapan yang ada di hati masing-masing, setiap fans Arsenal pasti menyadari bahwa perjalanan musim depan tidak akan selalu mulus. Suka dan duka dari pertandingan ke pertandingan menjadi perjalanan menarik yang pasti akan kita lalui bersama. Air mata dan tawa menjadi niscaya sebagai pengikut Arsenal. Dan musim ini kita beruntung dapat mengawalinya dengan air mata haru dan tawa gembira ketika Tim Arsenal menginjak Gelora Bung Karno tanggal 14 Juli ini. Pertama kalinya sejak tahun 1983, tepat 30 tahun lalu. Sebuah momen historik lintas generasi. Semoga dapat terwujud tanpa ada gangguan berarti (sebagaimana tur MU yang batal beberapa tahun lalu karena bom Kuningan).

Musim lalu (2012-2013) bagaikan naikĀ roller coasterĀ yang jauh lebih dahsyat daripada musim sebelumnya. Lagi-lagi Arsenal mengawali musim dengan buruk. Lagi-lagi Arsene Wenger berhasil “menyelamatkan” Arsenal dari finish di bawah musuh bebuyutan Sp*rs di akhir musim dan berhak atas kualifikasi ke Liga Champions, the holy grail untuk klub-klub elit Eropa. Perjuangan Arsenal terutama di 10 pertandingan terakhir tak terkalahkan di liga demikian impresif sehingga saya dapat melupakan kekalahan-kekalahan yang menyakitkan dari rival dan tim “underdog” di turnamen domestik. Tentunya kemenangan 2-0 atas juara Liga Champions, Bayern Muenchen di kandangnya juga merupakan kenangan manis yang menjadi pemicu perjuangan pantang menyerah menjelang akhir musim tersebut. Bila dihitung sejak bulan Februari 2013, maka Arsenal mendapatkan poin terbanyak di liga, lebih banyak dari sang juara. Sebuah modal yang baik untuk menyongsong musim depan.

Poin Positif Musim Lalu

Perbaikan penampilan Arsenal di paruh musim kedua tidak lepas dari keputusan tepat Wenger membangku-cadangkan sang kapten Vermaelen dan mempertahankan duet Koscielny-Mertesacker. Dalam 10 pertandingan liga yang tersisa, duet “Bossacker” hanya kemasukan 5 gol. Ratio 0,5 gol kemasukan per match ini luar biasa. Lebih mengesankan lagi, dari 5 gol tersebut hanya 1 gol berasal dari open play, sisanya dari set piecesĀ (yang memang merupakan kelemahan Arsenal) dan penalty pemberian Sagna.

Poin positif lainnya adalah penampilan cemerlang Santi Cazorla di sepanjang musim. Luar biasa untuk pemain yang baru pertama kali bermain di liga Inggris. Penampilannya lebih impresif daripada David Silva di musim pertamanya misalnya. Mau dimainkan di tengah, kiri atau kanan, sama saja hasilnya. Santi Cazorla menunjukkan bagaimana caranya menjadi pemain free role. Tidak masalah memulai dengan posisi apa saja, Cazorla akan memberikan assist atau gol dari sisi yang berlainan. Kontras halnya dengan Arshavin misalnya. Banyak pundit “pakar sepakbola” merasa Arshavin disia-siakan oleh Wenger dengan ditempatkan sebagai LW, sedangkan posisi terbaiknya adalah SS atau AM. Para pakar itu dan Arshavin mestinya belajar dari Cazorla. Bermain di LW, RW ataupun SS tidak menjadi masalah baginya. Pemain top bisa ber-improvisasi dengan posisinya di formasi yang diterapkan pelatih. Apalagi permainan Arsenal di bawah Wenger tidak mengenal kekakuan dalam bentuk formasi.

Arteta di musim ini seakan melahirkan kembali Invisible Wall-nya Gilberto Silva. Sayangnya ia tidak menemukan pendamping yang tetap di awal musim. Diaby, Wilshere dan Ramsey silih berganti menemani Arteta. Partnership-nya dengan Ramsey di penghujung musim berbuah manis. Arteta memimpin tim dalam soal tackle dan passing. Ramsey semakin baik memainkan peran box to box midfielder. Double pivot ini berkontribusi besar pada kesolidan lini pertahanan Arsenal di 10 pertandingan terakhir.

Wilshere, setelah sembuh dari cedera panjang dan sebelum kembali cedera menunjukkan performa terbaik pemain Arsenal musim itu. Ketergantungan timnas Inggris pada Wilshere menjadi bukti lain bahwa Wilshere ketika segar bugar, adalah pemain yang tidak tergantikan. Mari berharap dengan memulai pre-season musim ini, memory cedera panjang dapat ia kubur dalam buku sejarahnya. Pulih total baik lahir maupun batin sebagaimana yang ditunjukkan Ramsey.

PR Lini Depan

Bila lini tengah dan belakang Arsenal berhasil menemukan kestabilan dan performa terbaik di penghujung musim (hanya kebobolan 37 gol, terbaik kedua di liga, dibanding 49 gol musim lalu), maka lini depan tetap menjadi pekerjaan rumah tangga Wenger untuk musim baru ini. Giroud, Podolski dan Walcott relatif berhasil menggantikan peran Van Pursestring dari segi jumlah gol. Musim ini Arsenal mencetak 72 gol sedangkan musim lalu 74 gol. Namun untuk mencapai puncak, dibutuhkan striker utama yang bisa menciptakan lebih 20 gol per musim. Manchester United dengan pemain barunya tersebut berhasil mencetak 86 gol, lebih sedikit dari 89 golnya musim lalu (lalu apa gunanya pemain baru tersebut? -ehm), namun cukup untuk gelar juara liga. Arsenal butuh mencetak sekitar 15-20 gol tambahan lagi untuk bisa bersaing dengan juara liga.

Giroud berhasil memainkan peran striker tengah dengan baik namun kurang tajam di depan gawang. Walcott menunjukkan dirinya semakin tajam di depan gawang namun belum menemukan link yang pas dengan Giroud dan pemain tengah lainnya. Podolski seakan kebingungan dengan posisinya walaupun ia adalah pemain dengan tendangan terkeras dan terakurat di Arsenal. Eksperimen Wenger dengan Giroud, Walcott, Pod0lski dan Gervinho tidak cukup memuaskan musim ini dan belum juga menemukan jawaban yang pas di akhir musim. Jawabannya mungkin ada di luar, pemain baru.

Daftar Belanja Wenger

Tidak heran striker menjadi target pertama Arsenal di transfer window ini. Arsenal dihubungkan dengan striker-striker top seperti Jovetic, Lewandowski, Higuain dan bahkan Rooney. Siapa yang dibeli Arsenal? Yaya Sanogo. Namun jangan panik dulu, Yaya Sanogo, pemain muda bertalenta namun sering cedera ini tidak akan menjadi striker satu-satunya yang dibeli Arsenal musim ini. Berbagai pemberitaan di Spanyol menyatakan Higuain sudah hampir pasti bermain untuk Arsenal musim depan. Bila benar Higuain jadi dibeli Arsenal dari Real Madrid, ini akan menjadi pemecah rekor transfer Arsenal dan sekaligus menjadi penanda ambisi Arsenal untuk bersaing dengan klub elit. Sudah cukup lama Arsenal tidak membeli pemain dari klub besar dan kaya (kecuali pemain muda). Terakhir hal ini dilakukan di tahun 1999 ketika Arsenal membeli Thierry Henry dari Juventus.

Higuain adalah fox in the box. Ia adalah striker yang berbeda dengan Giroud. Bila Giroud tangguh dalam duel di udara, Higuain sebaliknya. Bila Giroud lebih sering menembak bola ke luar gawang daripada ke dalam, Higuain sebaliknya.

Sedikit kutipan dari website Realmadrid.com:

Gonzalo HiguaĆ­n jumped onto the world football stage after being named Breakthrough Player on Argentinaā€™s 2006 Torneo Apertura. “Pipita” is known for his speed in the last third of the pitch, his great striking ability, and his precision passing. Quick, elegant, and a knack for decision-making make HiguaĆ­n a fashionable forward in today’s world of football.

Whether he plays close to the six-yard box or along the right wing, HiguaĆ­n has what it takes to be a goal-scoring machine.

Persis yang Arsenal butuhkan, a goal-scoring machine. Penampilan Higuain musim lalu di Real Madrid bisa dicek di sini. Not bad, isn’t he?

Setelah Higuain kabarnya Arsenal juga tertarik dengan Wayne Rooney. Saya sedikit pesimis dengan link ini mengingat gajinya yang terlalu tinggi dan penampilannya yang semakin menurun. Bila Arsenal berhasil mendapatkan Higuain, rasanya sedikit berlebihan untuk tetap mengejar Rooney.

Untuk lini tengah, dikabarkan Arsenal telah melakukan penawaran untuk Clement Grenier, AM dari Lyon dan Lars Bender, DM dari Leverkusen. Untuk sementara kedua penawaran ini masih ditolak klub pemiliknya. Prospek Lars Bender untuk bergabung dengan Arsenal sangat menggiurkan. Ia bisa menjadi pendamping dan pengganti Arteta. Pemain ini dinilai sangat tinggi di Bundesliga danĀ tidak heran bila Leverkusen saat ini masih menolak tawaran Arsenal yang masih di bawah 20 juta poundsterling.

Untuk pemain belakang, Ashley Williams dari Swansea yang terkenal dengan momennya menendang bola ke kepala Vanpursestring sehingga hampir membunuhnya (menurut Sir Alex Ferguson), sepertinya menjadi target Arsenal untuk melapisi duet Bossacker. Barangkali Wenger melihat rekaman video kejadian itu dan memastikan ia adalah seorang Gooner sejati. Pilihan yang tidak buruk, bukan?

Julio Cesar kiper QPR dikabarkan juga didekati Arsenal untuk menjadi kiper utama atau paling tidak bersaing dengan Szczesny. Dengan dijualnya Don Vito Mannone ke Sunderland, hal ini sangat dimungkinkan. Setelah melihat penampilannya di Piala Konfederasi, Cesar bukanlah pilihan buruk. Dan gap usianya dengan Szczesny membuat transfer ini lebih mungkin terjadi daripada transfer Begovic atau Mignolet. Szczesny dapat menjadi kiper nomor satu Arsenal untuk jangka waktu yang panjang. Namun ia butuh kompetisi dengan kiper yang berkualitas untuk menjaganya down to earth dan selalu fokus pertahankan performa terbaik.

Saya tidak mengikuti Bundesliga, La Liga maupun Ligue 1 sehingga tidak dapat berkomentar banyak soal daftar pemain incaran Arsenal, namun mudah menyimpulkan fans Arsenal akan antusias dengan perkembangan gerakan Arsenal di transfer window musim ini dengan nama-nama pemain top yang dihubungkan. Apalagi Arsenal dikabarkan memiliki transfer fund terbesar dalam sejarah klub. Tidak heran mengingat cash reserve Arsenal di bank yang tertinggi saat ini di Inggris dan juga baru deal-nya dua sponsorship dari Emirates dan Puma (belum diumumkan) yang bernilai bombastis. Akankah Wenger belanja besar-besaran musim ini? Saya pribadi optimis Arsenal akan melakukan satu-dua pembelian besar. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya sekarang setelah bersusah payah menghimpun dana dan mengencangkan ikat pinggang sejak pindah ke Emirates Stadium. Logisnya begitu.

14 Juli, Harapan Nyata

PHP soal transfer atau tidak, kita bisa buktikan sendiri sampai transfer window ditutup. Masih cukup lama. Namun tanggal 14 Juli ini harapan seluruh fans Arsenal di Indonesia akan terwujud di Jakarta. Arsenal sangat serius menyiapkan tur ini sampai-sampai segala hal mengenai Indonesia (termasuk gamelan) mereka upload di websitenya. Juga ada wawancara dengan ketua AIS (Arsenal Indonesia Supporter), Rawindraditya Windra di Arsenal.com. Kecuali terjadi force majeureĀ (amit-amit tidak terjadi), tur ini dipastikan terselenggara.

Saatnya bergabung dengan barisan AIS yang terkenal militan. Dalam setiap kesempatan nobar dengan AIS, nyanyian dan seruan mereka tidak pernah putus sepanjang pertandingan Arsenal demikian juga saat tur Arsenal musim lalu di Kuala Lumpur. Bisa dibayangkan euforia dan atmosfer di GBK ketika para fans ini bertemu dengan pemain pujaan dan klub tercinta.

Hidup adalah soal berharap dan mewujudkan harapan. Sukseskan tur Arsenal di Indonesia dan kita berharap musim ini adalah musim sukses Arsenal di Inggris. Itu hal minimal yang dapat kita lakukan sebagai fans, pendukung, pengikut dan pencinta Arsenal.

Victoria Concordia Crescit

4 thoughts on “Hope is Life: Greeting The Arsenal New Season

  1. Ada mitos,jika sebuah tim di eropa berkunjung ke Indonesia,maka tim itu akan menuai sukses. Ronaldo, Cesc, Munchen,Dortmund,Uruguay.. Akankah Arsenal jg akan sukses? Kita nantikan..

    Eh tunggu dulu,pool juga ke indo yah? Yahh masuk 4 besar jg sudah sebuah prestasi buat merekašŸ˜€

    • Haha, mari kita transfer “antusiasme” pendukung Arsenal di Indonesia ke seluruh pemain Arsenal. Mudah-mudahan mereka jadi sadar besarnya harapan kita, pendukung global Arsenal, kepada mereka, yang memakai badge Arsenal di dada.šŸ™‚

  2. Saya tidak mengikuti Bundesliga, La Liga maupun Ligue 1 <<== situ ga ngikutin bola selain liga inggris, tp sok analisis….lucu sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s